Laporkan Masalah

TRANSFER PENGETAHUAN, INTERAKSI SOSIAL, DAN EFEKTIVITAS KERJA-KERJA JEJARING ORGANISASI MASYARAKAT SIPIL (OMS) DI YOGYAKARTA

WAHYU KUSTININGSIH, Amelia Maika, M.A.

2012 | Tesis | S2 Sosiologi

Terbukanya kran demokrasi di Indonesia membawa dampak terhadap dinamika kehidupan sosial masyarakat. Pola pergerakan sosial pun menjadi dinamis dan banyak bermunculan Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) di Indonesia. Salah satu kota yang menjadi barometer pergerakan sosial ialah Yogyakarta. Tidak ada data pasti tentang jumlah OMS di Yogyakarta. Diperkirakan jumlah OMS di Yogyakarta lebih dari 100 OMS. Pada kenyataannya, dinamika keberlangsungan dari OMS tersebut pasang surut. OMS mudah dibentuk dan mudah bubar. Jumlah OMS yang sangat banyak tersebut memiliki kontribusi dalam pembentukan jejaring OMS. Alasan utamanya ialah untuk memperkuat pergerakan sosial secara luas. Banyaknya isu dan kepentingan yang ada memunculkan tidak hanya satu jejaring OMS. Jumlah jejaring OMS pun kemudian menjamur, mudah dibentuk, dan mudah juga bubar. Penelitian ini memetakan pola jejaring OMS di Yogyakarta, dengan sampel penelitiannya: AJI Damai, Forum LSM, dan JPY. Pemilihan ketiga jejaring OMS tersebut berdasarkan karakteristik yang berbeda satu sama lain. Penelitian ini menggunakan mix-method (kuantitatif dan kualitatif). Subjek penelitian ini yaitu OMS partisipan di ketiga jejaring tersebut, yang berpartisipasi dalam kurun waktu satu tahun terakhir. Penelitian ini menggunakan tiga teknik pengolahan & analisis data, yaitu data kuantitatif diolah melalui statistik dengan SPSS software untuk teknik analisa deskriptif dan inderences statistic, data kualitatif menggunakan teknik analisa deskriptif kualitatif dengan menggunakan atlas.ti, dan PAJEK software untuk SNA (Social Network Analysis). Penelitian ini menggunakan tiga variabel, yaitu tingkat transfer pengetahuan, tingkat interaksi sosial, dan tingkat efektivitas kerja-kerja di jejaring OMS. Fokus penelitian ini ialah bagaimana korelasi di antara ketiga variabel tersebut dalam dinamika di masing-masing jejaring OMS. Tidak semua variabel memiliki asosiasi yang sama di ketiga jejaring OMS. Dinamika dan karakteristik di masing-masing jejaring OMS mempengaruhi hubungan tersebut. Mayoritas tingkat efektivitas kerja-kerja jejaring pada ketiga jejaring OMS tersebut tergolong tinggi. Tingkat interaksi sosial pada ketiga jejaring OMS tersebut tergolong sedang. Hal tersebut menggambarkan bahwa partisipasi masih menjadi problematika tersendiri di ranah pergerakan sosial di Yogyakarta. Tingkat transfer pengetahuan yang tergolong tinggi, ternyata belum mampu melahirkan strategi-strategi baru dalam pergerakan sosial, sehingga muncul kecenderungan posisi OMS berada pada titik jenuh akan pergerakan sosial.

The falling of Soeharto brought democracy in Indonesia. Yogyakarta is as a barometer city of social movement in Indonesia. There’s no accurate data about the total of CSOs in Yogyakarta. Estimated, there’re more than one hundred CSOs in Yogyakarta. In fact, the sustainability of CSOs in Yogyakarta is up and down. CSOs create CSO’s networkings for streghtening the social movement in widely space. There are so many issues and interests as background of CSO’s networkings. This research maps the patterns of CSO’s networkings in Yogyakarta. The sample of this research is AJI Damai, Forum LSM DIY, and JPY. This research uses mix-method (quantitative and qualitative). It subject is CSOs that are participated in those CSO’s networings in last one year or in 2011. There are three techniques and analysis data. Quantitative data is processed by statistic (using SPSS software) for descriptif and inderence statistic. Qualitative data is processed by descriptive qualitative analysis (using atlas.Ti software) and social network analysis (using PAJEK software). There are three variables: (1) knowledge transfer, (2) social interaction, and (3) the effectiveness works of CSO’s networkings. This research focuses on the correlation between those three variebles in each CSO’s networking. Not all variables in each CSO’s networkings have association. The dynamic and characteristic of each CSO’s networkings influences it. The effectiveness in the three of CSO’s networkings is in high level. The social interaction in the three CSO’s networkings is in middle level. Explicitly, it draws that the participation is still being crucial problem in CSO’s networkings in Yogyakarta. The high level of knowledge transfer can not create the new strategies of social movements in Yogyakarta.

Kata Kunci : Jejaring OMS, Transfer Pengetahuan, Interaksi Sosial, Efektivitas Kerja-Kerja Jejaring OMS


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.