REMAJA DAN PEMBUNUHAN (SEBUAH STUDI FENOMENOLOGI-FORENSIK PADA REMAJA PELAKU PEMBUNUHAN DI LAPAS ANAK KUTOARJO)
Achmad Mujab Masykur, MA. Subandi, Ph.D
2012 | Tesis | S2 PsikologiPembunuhan hingga saat ini masih menjadi titik buta (blind spot) bagi peradaban umat manusia. Angka kejadiannya tergolong cukup tinggi, namun penelitian yang secara khusus mengkajinya masih tergolong sedikit. Penelitian ini bermaksud mengkaji tindak kriminal pembunuhan dengan memfokuskan diri pada faktor-faktor penyebab terjadinya pembunuhan, dinamika psikologis dan dampak yang terjadi akibat perilaku pembunuhan pada remaja pelakunya. Remaja dipilih sebagai subjek karena kasus pembunuhan yang dilakukan oleh remaja juga menunjukkan angka yang cukup besar. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi-forensik. Pendekatan ini merupakan gabungan antara pendekatan fenomenologis yang bercorak emic yang dipadu dengan pendekatan forensik yang bercorak etic. Delapan subjek berpartisipasi dalam penelitian yang dilakukan di Lembaga Pemasyarakatan Anak Kutoarjo. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui metode obeservasi interview terhadap subjek penelitian, kunjungan ke rumah subjek, wawancara dengan petugas Lapas Kutoarjo serta diperkuat dengan data kasus yang terdokumentasi di Bagian Registrasi dan Identifikasi Lapas Anak Kutoarjo. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis dengan menggunakan metode eksplikasi data (Subandi, 2009) Penelitian ini mendapatkan temuan bahwa dinamika interaksi faktor keluarga, lingkungan pergaulan, teman, penyalahgunaan obat dan alkohol, status sosial ekonomi, pendidikan, kondisi psikologis individu, ketersediaan senjata, dan karakteristik korban melahirkan perilaku membunuh pada remaja. Dampak pembunuhan bagi pelaku bervariasi tergantung dari latarbelakang penyebab terjadinya kasus. Sebagian subjek merasakan afek kepuasan dan kebanggan, sedangkan sebagian subjek menunjukkan reaksi penyesalan serta mengalami indikasi gangguan pasca trauma.
Homicide or murder is still a blind spot for the civilization of mankind. The number of events is quite high, but studies that specifically study it is still relatively small. This study intends to examine the murder of a crime by focusing on underlying factors of the murder, the psychological dynamics and the impact caused by the behavior of adolescent homicide perpetrators. Adolescent chosen as subjects for murder committed by teenagers also showed a considerable number. The study was designed to use a qualitative approach of phenomenology-forensics. This approach is a combination of the phenomenological approach is patterned emic approach combined with an etic patterned forensic. Eight subjects participated in a study conducted at Kutoarjo Child Prison. The data in this study were collected through interviews with subject observation method of research, visits to the subject, interviews with prison officers and reinforced with data Kutoarjo documented cases in Sections Registration and Identification of Kutoarjo Child Prison. The collected data were then analyzed by using the method of data explicate (Subandi, 2009). These studies have findings that the dynamics of family interaction factors, social environment, friends, drug and alcohol abuse, socioeconomic status, education, individual psychological conditions, availability of weapons, and behavioral characteristics of the victim caused a homicide. The impact of homicide perpetrators vary depending on the background of the cause of the case. Most of the subject feel the affect of satisfaction and pride, while some subjects showed and a reaction indicative of remorse and had post-traumatic disorder.
Kata Kunci : Remaja, Pembunuhan, Lapas Anak Kutoarjo