Laporkan Masalah

OLAHRAGA DAN IDENTITAS NASIONAL: PENCAK SILAT DI INDONESIA TAHUN 1950-1970

Aulia Rahman, S.Hum., Dr. Sri Margana M. Phil.

2012 | Tesis | S2 Sejarah

Pada awal 1950-an Indonesia mulai merintis usaha untuk membangun identitas baru yang bersifat nasional berbasis kebudayaan. Kebudayaan yang memiliki akar asli Indonesia dimunculkan dan diwacanakan sebagai media dalam membentuk identitas baru. Identitas baru ini diharapkan mampu menjadi titik pandang bagi negara-negara luar dalam melihat Indonesia dan nilai-nilai yang terkandung dalam kebudayaan asli dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Permasalahan pokok penelitan ini adalah problematika pembentukan identitas nasional melalui olahraga dan kebudayaan. Pertanyaan-pertanyaan pokoknya adalah mengapa pencak silat dipilih untuk membangun dan membentuk identitas nasional dan bagaimana proses pembentuknya, serta bagaimana pengintegrasian pencak silat sebagai seni tradisi menjadi bagian dari cabang olahraga nasional. Sumber-sumber yang digunakan penulis dalam melakukan penelitian ini berupa arsip didapatkan dari Arsip Nasional dan arsip di padepokan pencak silat, Taman Mini, Jakarta. Selain itu, susmber didapatkan dari media cetak dan buku-buku sejaman, yang memiliki kaitan dengan tema penelitian. Dalam penelitian ini, ditemukan fakta-fakta penting. Pertama, bahwa kebudayaan tradisi dengan karakteristik yang khas, dapat digunakan sebagai media politik kebudayaan suatu bangsa. Kedua, bahwa kebudayaan dengan nilai-nilai tradisi dapat diangkat ke pentas nasional dengan dilakukannya perubahan-perubahan tertentu. Penelitian ini menyimpulkan, Indonesia memerlukan sebuah identitas nasional yang didukung oleh nilai-nilai lokal. Pencak silat dianggap sebagai salah satu elemen budaya dan olahraga yang memenuhi kriteria untuk membangun identitas nasional tersebut.

At the beginning of 1950, Indonesia began developing new national identity based on cultures. Cultures rooted origin from Indonesia were brought out to the society and introduced as media in new identity development. This new identity was expected to be the centre of the attention about indonesia for other countries. But above all else, the goodness in the cultures were expected to blend in with the Indonesian society and could be implemented in their daily lives. The main topic discussed in this research is 'The problems in forming national identity through sports and cultures'. The main questions in this topic are: Why 'pencak silat' was chosen to build and form the national identity and how is the forming process? How could 'pencak silat' as traditional art be integrated into national sport? C Sources for this research as in the form of files were taken from 'Arsip Nasional' and Padepokan Pencak Silat, Taman Mini, Jakarta. More over there were Government Regulations, National Papers, printed articles and books related to the theme of the research. ultures politicalization medium. In this research, founded some important facts. First important fact, unique characterized tradition could be used as one country's. Second important fact, tradition could be brought into national stage with slight modifications. Third important fact, Sport event is the new chapter of competitions among countries. This research conclued, Indonesia needs national identity that it supported by local values. Pencak silat is one element culture and sport that completes criteria to build the national identity. The process such as with integration ‘pencak silat’ within branch of national sport and competited on international competition.

Kata Kunci : Olahraga, Kebudayaan lokal, Pencak silat, Identitas nasional.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.