PEMODELAN SPASIAL POTENSI TINGKAT PENCEMARAN GAS KARBON DAERAH PINGGIRAN KOTA DI KECAMATAN MLATI Studi Desa Sinduadi
Lalu Abdi Wirastami, Drs. Darmakusuma Darmanto, Dip.H.,M.S.
2012 | Tesis | S2 Ilmu LingkunganPenelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui distribusi spasial dari gas karbon monoksida di Kelurahan Sinduadi; (2) menemukan parameter-parameter yang mempengaruhi potensi pencemaran gas karbon monoksida; (3) pemodelan spasial dengan mempertimbangkan parameter-parameter yang mempengaruhi pencemaran gas karbon monoksida. Penelitian menggunakan data primer ditambah beberapa data sekunder. Pengumpulan data primer dikerjakan dengan pengukuran gas karbon monoksida menggunakan alat Carbon Monoxide Analyzer Merk Bacharah, untuk mengukur kadar gas karbon monoksida ambien sesaat. Sebelum pengukuran di lapangan dilakukan interpretasi Citra Satelit Quickbird, dan menemukan parameter yang berpotensi pada pencemaran gas karbon monoksida, yakni parameter kepadatan bangunan, kerapatan vegetasi, jaringan jalan dan penggunaan lahan. Pengolahan data menggunakan metode pengharkatan tertimbang. Pemodelan menghasilkan klasifikasi potensi tingkat pencemaran gas karbon monoksida yakni kelas tinggi, kelas sedang, dan kelas rendah. Untuk menemukan kualitas potensi pencemaran gas karbon monoksida dari interpretasi Citra Quickbird dengan pengukuran di lapangan dilakukan tahapan validasi. Tingkat ketelitian yang dihasilkan dari interpretasi Citra Satelit Quickbird adalah 90% pada tiap parameter kepadatan bangunan, kerapatan vegetasi dan penggunaan lahan. Tingkat ketelitian 90% menunjukkan bahwa Citra Satelit Quickbird dapat digunakan untuk analisis lebih lanjut. Validasi data lapangan dengan data potensi pencemaran gas karbon monoksida menunjukan bahwa akurasi yang didapat sebesar 81,25%. Angka ini menunjukkan bahwa akurasi pemodelan spasial tergolong baik dalam memodelkan potensi pencemaran karbon monoksida ambien. Pada umumnya titik-titik pengamatan kadar gas karbon monoksida berada di bawah ambang batas berdasarkan Keputusan Gubernur DIY No. 153 Tahun 2002 tentang baku mutu udara ambien daerah di Propinsi DIY. Persentase titik pengamatan di bawah ambang batas adalah 56,25%. Persentase ini menjadi gambaran bahwa lebih dari setengah jumlah titik pengamatan berada di bawah ambang batas.
This study aims to (1) determine the spatial distribution of carbon monoxide gas in Sinduadi village; (2) in addition to know the distribution, it also considers the parameters that support potential pollution of carbon monoxide; (3) spatial modeling by considering the parameters that affect pollution of carbon monoxide. Method of this research were analyzed by using primary data and secondary data. Primary data were collected by means of carbon monoxide measurements using a Carbon Monoxide Analyzer of Bacharah brands. This tool serves to measure ambient level of carbon monoxide gas for a moment. Before field measurements, interpretation would be performed by using Quickbird Satellite Imagery. Interpretation were produce potential pollution of carbon monoxide such as the density of buildings, density of vegetation, street nest and land use. Data processing used weighted scoring method. Spatial modeling produced the classification level of potential pollution of carbon monoxide which are presented in three classes; high, medium, low. To determine the quality of interpretation from Quickbird Satellite Image with field measurements carried out validation stage. Level of accuracy from interpretation of Quickbird Satellite Image was 90% in each parameter density of buildings, density of vegtation and land use. Accuracy rate of 90% indicates that the Quickbird Satellite Image can be used for further analysis. Data field validation on potential pollution of carbon monoxide gas obtained show the accuracy of 81,25%. This percentage shows the spatial modeling is good accuration on modeling the potential pollution of carbon monoxide ambient. Generally, observation points of carbon monoxide levels are below the treshold based on the Decision of The Governor of DIY No. 153 of 2002 on ambient air quality standards in Province of Yogyakarta area. Percentage point below the treshold is 56,25%. This percentage figure shows more than half of observation points are below the treshold.
Kata Kunci : Pemodelan spasial, Citra Satelit Quickbird, Pencemaran CO