ANALISIS YURIDIS PENERAPAN OTONOMI DAERAH TERHADAP IKLIM INVESTASI DI KABUPATEN LEMBATA PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Vincensius B. Keraf, SH, Sardjuki, SH, MH
2012 | Tesis | S2 Magister HukumPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui dampak otonomi daerah terhadap investasi dan langkah-langkah yang dilakukan pemerintah daerah dan bagaimana penerapan kebijakan penanaman modal atau investasi di daerah otonom khususnya di Kabupaten Lembata sehingga dapat digunakan sebagai acuan untuk menanggulangi hambatan-hambatan masuknya investor ke Kabupaten Lembata. Metode penelitian yang digunakan adalah metode yuridis empiris dengan pendekatan peraturan perundang-undangan. Guna kelengkapan data penelitian, digunakan analisis terhadap penelitian lapangan dan penelitian kepustakaan. Penelitian lapangan dilaksanakan untuk mencari data secara langsung di daerah yang menjadi obyek penelitian dan penelitian kepustakaan dilakukan dengan mengumpulkan bahan-bahan hukum yang berhubungan dengan permasalahan. Analisis dengan menggunakan metode kualitatif dan disajikan secara deskriptif. Pembangunan pada hakekatnya merupakan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pada umumnya dan daerah yang bersangkutan khususnya, melalui berbagai kegiatan yang direncanakan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan daerah. Ini merupakan peluang sekaligus tantangan bagi pemerintah daerah untuk lebih mengembangkan segala potensi untuk peningkatan pembangunan di daerah, termasuk didalamnya proses untuk mengubah kekuatan ekonomi potensial menjadi kekuatan ekonomi riil yaitu melalui penanaman modal yang merupakan upaya pemerintah dalam pembangunan ekonomi. Penanaman modal/investasi merupakan variabel yang sangat penting dalam menggerakan perekonomian daerah agar mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi dengan ditunjang besarnya aliran investasi. Pemerintah dipastikan tidak akan sanggup menyelesaikan berbagai permasalahan pembangunan, seperti tingginya angka pengangguran, kemiskinan, kurangnya infrastruktur dasar, jika hanya mengandalkan pembiayaan yang bersumber dari anggaran pemerintah semata. Sehingga dibutuhkan sumber anggaran non-pemerintah dari investasi sektor swasta. Keberhasilan daerah dalam meningkatkan daya saing investasi sangat tergantung pada kemampuan daerah tersebut dalam merumuskan kebijakan yang berkaitan dengan investasi dan dunia usaha, peningkatan kualitas pelayanan publik, perbaikan kondisi makro ekonomi daerah, pengembangan sumber daya manusia, dan ketersediaan infrastruktur. Sehingga indikator berhasil atau gagalnya implementasi otonomi daerah bisa dilihat dari membaik atau memburuknya perekonomian rakyat, stabil atau tidaknya perpolitikan lokal, dan merosot atau meningkatnya kualitas pelayanan publik di daerah yang bersangkutan.
The study was conducted to determine the impact of regional autonomy on investment and the steps that local governments and how the implementation of investment policy or investment in the autonomous region, especially in the District Lembata so it can be used as a reference for overcoming barriers to the entry of investors Lembata district. This research was conducted by the method of empirical juridical approach legislation. In order to study the completeness of data, used analysis of field research and library research. Field research was conducted to find the data directly in the area that became the object of research and library research conducted by collecting materials related to legal issues. Analysis using qualitative methods and are presented descriptively. Development is essentially an effort to improve the welfare of the community in general and the region concerned in particular, through various activities planned in accordance with local needs and capabilities. This is an opportunity and a challenge for local governments to further develop all the potential for increased development in the region, including the process for changing the economic strength of the potential into real economic strength is through capital investment which is the government's efforts in economic development. Investment capital / investment is a very important variable in moving the regional economy in order to achieve high economic growth rate with the magnitude of investment flows supported. The government certainly will not be able to solve various problems of development, such as high unemployment, poverty, lack of basic infrastructure, if only rely on financing that comes from the government budget alone. Budgetary resources needed so that non-governmental organizations from the private sector investment. Success in improving the competitiveness of the investment is highly dependent on the ability of the region in formulating policies related to investment and business, public service quality improvement, improvement of regional macroeconomic conditions, human resource development, and infrastructure availability. So the success or failure of implementation of indicators of regional autonomy can be seen from improving or deteriorating economy, stable or absence of local politics, and declining or increasing the quality of public services in the regions concerned.
Kata Kunci : Investasi, dan Otonomi Daerah.