EVALUASI PROGRAM DESA MANDIRI PANGAN DI DESA SELOPAMIORO KABUPATEN BANTUL
IPIK AGUSTRIYANI ROSYIDA, Prof. Dr. Agus Dwiyanto
2012 | Tesis | S2 Magister Adm. PublikProgram desa mandiri pangan merupakan kebijakan pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan masyarakat. Program tersebut dibuat dalam rangka penanggulangan kemiskinan. Kemiskinan merupakan jalur bagi kerawanan pangan yang berakibat pada ketidakstabilan kondisi ketahanan pangan. Program desa mandiri pangan mulai diselenggarakan pada tahun 2006 dan Desa Selopamioro merupakan salah satu desa yang terpilih untuk mendapatkan program desa mandiri pangan karena lebih dari 50 persen penduduknya dikategorikan miskin. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini diarahkan untuk menjawab permasalahan sejauhmana efektivitas program desa mandiri pangan di Desa Selopamioro Kecamatan Imogiri Kabupaten Bantul dan faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi efektivitas tersebut dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Berdasarkan analisis data dari hasil observasi, wawancara mendalam dan dokumen-dokumen yang diperoleh selama penelitian menunjukkan bahwa program desa mandiri pangan yang dilaksanakan di Desa Selopamioro belum efektif. Kondisi tersebut disebabkan oleh karena pemberdayaan masyarakat tidak berjalan sesuai harapan. Peran masing-masing lembaga masyarakat Tim Pangan Desa (TPD) dan Lembaga Keuangan Desa (LKD) yang bertanggung jawab terhadap keberhasilan program belum optimal serta tidak adanya peningkatan usaha produktif yang dikelola kelompok yang mengakibatkan pada jumlah penerima manfaat yang tidak bertambah sampai tahap akhir pelaksanaan program. Hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu : karakteristik masyarakat, komitmen pemerintah, dan manajemen Sumber Daya Manusia (SDM).
Food independent village program is government’s policy that aims to achieve food security for people. This program was created in order to alleviate poverty. Poverty is the lifeline for food insecurity resulting in instability of food security conditions. Food independent village program began in 2006 and Selopamioro village was one of the chosen village to obtain the program for more than 50% of the population was categorized as poor. Based on this background, this study aimed to answer the problems of the extent of the effectiveness of food independent village program in the Village Selopamioro Imogiri Bantul district and what are the factors that influence the effectiveness by using qualitative research methods. Based on analysis of data from observations, interviews and documents obtained during the study showed that food independent village program implemented in the Village Selopamioro has not been effective. The condition is caused by the empowerment of people do not run as expected. The role of each public institution of Village Food Team (TPD) and Village Financial Institutions (LKD) whose responsible for the success of the program is not optimal. Meanwhile there were no improvement in productive enterprises run by the groups and it resulted in the number of beneficiaries which cannot be increased until the final stages of program implementation. It is influenced by several factors: the characteristics of the community, government commitment and management of Human Resources (HR).
Kata Kunci : Evaluasi Kebijakan Publik, Desa Mandiri Pangan, Pemberdayaan Masyarakat