Laporkan Masalah

KAJIAN EKSPLORATIF AGIHAN HUJAN JAM-JAMAN DI PULAU JAWA

ERIK LAUW, Prof. Dr. Ir. Sri Harto Br., Dip.H

2012 | Tesis | S2 Mag.Pengl.Sumberdaya Air

Untuk mendapatkan agihan hujan jam-jaman sebagai masukan utama debit banjir rancangan, sering mengalami masalah pada data yang tidak lengkap dan analisis yang tidak langsung menggambarkan kondisi wilayah yang ditinjau. Sampai saat ini banyak terdapat rumusan tentang agihan hujan jam-jaman yang dapat digunakan untuk mentransformasi hujan harian tetapi persamaan yang sering digunakan dalam banyak kasus, menunjukan penyimpangan yang cukup signifikan. Disamping itu, hujan yang terjadi di Indonesia mengalami perubahan yang mengakibatkan hampir tidak adanya kemarau. Hal ini menjadi dasar kajian agihan hujan yang mampu menggambarkan kondisi daerah aliran sungai dengan lebih baik. Analisis dilakukan dengan mencermati data hujan hasil rekaman stasiun hujan otomatis yang tersebar di wilayah Propinsi Jawa Tengah. Analisis terhadap karakteristik hujan yang dilakukan pada penelitian ini meliputi penetapan lama hujan dan pola agihannya. Dengan merata-ratakan pola agihan hujan hasil pengamatan tersebut kemudian didapatkan pola agihan rata-rata yang selanjutnya dianggap mewakili kondisi hujan dan dipakai sebagai pola untuk mengagihankan hujan rancangan menjadi besaran hujan jam-jaman. Dari penelitian ini didapatkan agihan hujan jam-jaman pada 6 DAS yang tersebar di Jawa Tengah yaitu DAS Lusi P ≥ 50 mm menghasilkan 29%, 28%, 22%, 13%, 8%, DAS Garang Dolog P ≥ 50 mm 28%, 30%, 23%, 12%, 7%, DAS Bodri Kuto P ≥ 50 mm 36%, 28%, 21%, 15%, DAS Bengawan Solo P ≥ 50 mm 29%, 27%, 22%, 13%, 9%, DAS Progo P ≥ 50 mm 26%, 31%, 24%, 14%, 5%, DAS Telomoyo 22%, 36%, 24%, 12%, 6%. Pada grafik hubungan masingmasing pola agihan terlihat bahwa ke 6 DAS tersebut hampir saling berhimpit sehingga dimungkinkan untuk dibuat satu pola agihan yang mewakili Jawa Tengah secara keseluruhan dengan lama hujan 5 jam yaitu 28%, 57%, 79%, 92%, dan 100%

Management of water resources has many problems such as data were not complete, the analysis was not describing the real condition of region and also the rainfall stations were not spread evenly. This research aimed to get formulation of rainfall distribution was can be applicated with the hydrological condition in Island of Java. Central Java is one of regions in Indonesia were has complete rainfall data, it can be support to reach the aims of this research. There are many formulations of rainfall distribution that can be used to transform the daily rainfall. The equations were used in a lot of cases showed significant deviation. It is form of better rainfall distribution study according to watershed condition. The rainfall duration analysis is carried out by using automatic rainfall recoder data collected in Central Java. All rainfall data that grater 50 mm/ day were selected for analysis. These data are divided into 4 groups i.e. 50 mm ≤ P < 75 mm, 75 mm ≤ P < 100 mm, P≥100 mm, and P≥50 mm. For each groups the analysis consist of two many aspect, its rainfall duration and rainfall pattern. Average rainfall duration for each contents is calculated by using geometric average for all rainfall data. The average rainfall pattern is obtained by averaging all the rainfall pattern. The results shown that rainfall distribution at 6 watersheds located in Central Java has similar pattern. Those rainfall distribution almost coincide with each other, so it can be represented by a single rainfall distribution pattern, called Central Java pattern.The pattern with 5 hour rainfall duration is 28%, 57%, 79%, 92%, and 100%.

Kata Kunci : Agihan hujan, lama hujan, hujan jam-jaman.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.