REPRESENTASI IDENTITAS SANG DIRI DALAM BUKU NEGERI VAN ORANJE
ANITA PAHLEVI, Dr. Budiawan
2012 | Tesis | S2 Kajian Budaya dan MediaPenelitian ini bertujuan membangun makna identitas Sang Diri yang diwakili oleh tokohâ€tokoh anggota kelompok Aagaban berdasarkan pandangan para penulis dalam buku Negeri van Oranje dengan menggunakan pendekatan analisis teks. Dalam rumusan yang generik, penelitian ini bermaksud mengkaji bagaimana identitas dikonstruksikan. Dengan menggunakan analisis teks menghasilkan temuan mengenai kekagumanâ€kekaguman tokohâ€tokoh Aagaban dalam menjejak kembali peta jalan mengenai kehidupan di Belanda yang pernah dituliskan oleh pendatang Indonesia di masa lampau. Selain kekaguman, ditemukan beberapa relasi tak setara yang dialami oleh anggota Aagaban baik dengan sesama kawan di Aagaban maupun dengan orang di luar Aagaban. Hal ini menjadi peneguhan atas wacana poskolonial yang banyak membincangkan masalah ketidaksetaraan yang berkaitan dengan ras maupun budaya. Di luar dugaan, kehadiran sosok Geri sebagai seorang yang berupaya untuk menemukan ‘jati diri’ dengan menjadi bagian dari minoritas gay membuat ‘oleng’ representasi identitas ras dalam wacana ‘kolonial’. Geri menjadi bentuk perlawanan terhadap rezim heteroseksual.
This study aims to establish the meaning of the identity of the Self as represented figures Aagaban group members based on the views of the authors in the book Negeri van Oranje using text analysis approach. In a generally formula, this study intends examining how identity was constructed. By using text analysis, finding about the admirations of Aagaban figures tracing back the road map of life in the Netherlands ever written by Indonesian immigrants in the past. In addition to admiration, it found some unequal relations experienced by members Aagaban self as well as with people outside of Aagaban. This is a confirmation of the many postâ€colonial discourse of inequality discuss issues relating to race and culture. Unexpectedly, the presence of Geri figure as one who seeks to find ‘identity’ by being part of the gay minority make a ‘shaky’ representation of racial identity in the ‘colonialism’s discourse.
Kata Kunci : Representasi, Identitas, Sang Diri