Laporkan Masalah

PERBANDINGAN DIMENSI VERTIKAL WAJAH PADA MALOKLUSI ANGLE KELAS II DIVISI 1 DENGAN PENCABUTAN GIGI POSTERIOR BERBEDA SETELAH PERAWATAN TEKNIK BEGG

Fransiska Windayanti Inan, drg. Sri Suparwitri SU., Sp.Ort (K)

2012 | Tesis | S2 Ortodonsia

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perubahan dan perbandingan dimensi vertikal wajah pada maloklusi Angle kelas II divisi 1 dengan pencabutan gigi posterior mandibula yang berbeda setelah dilakukan perawatan ortodontik dengan teknik Begg. Dimensi vertikal wajah yang diukur adalah tinggi wajah anterior, tinggi wajah posterior, dan sudut bidang mandibula. Penelitian dilakukan pada 32 subjek dengan kriteria : maloklusi Angle kelas II divisi 1, hubungan skeletal kelas I atau II, umur 18-30 tahun, tidak menggunakan alat ekstraoral. Subjek penelitian dibagi menjadi 3 kelompok. Kelompok I terdiri dari 15 subjek dengan pencabutan gigi premolar pertama maksila dan gigi premolar pertama mandibula, kelompok II terdiri dari 7 subjek dengan pencabutan gigi premolar pertama maksila dan gigi premolar kedua mandibula, dan kelompok III terdiri dari 10 subjek dengan pencabutan gigi premolar pertama maksila dan gigi molar pertama mandibula. Perubahan dimensi vertikal wajah sebelum dan setelah perawatan dianalisis dengan uji t berpasangan, kemudian dilanjutkan dengan analisis variansi satu jalur untuk mengetahui perbedaan dimensi vertikal wajah pada ketiga kelompok sampel. Tinggi wajah anterior, tinggi wajah posterior, dan sudut bidang mandibula sebelum dan setelah perawatan menunjukkan peningkatan yang bermakna (p<0,05) pada ketiga kelompok sampel, tetapi peningkatan tinggi wajah anterior, tinggi wajah posterior, dan sudut bidang mandibula pada ketiga kelompok sampel tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna (p>0,05).

The aim of the study was to evaluate and compare the changes of facial vertical dimension in Angle class II division 1 malocclusion with different mandibular posterior teeth extraction pattern after Begg technique treatment. There were three lateral cephalometric measurements of facial vertical dimension, namely Anterior Facial Height, Posterior Facial Height and Mandibular Plane angle. The study was done at 32 subjects with criteria : Angle class II division 1 malocclusion, class I or II skeletal, aged 18-30 years, no extraoral appliances were used. There were three groups with different posterior teeth extraction pattern. The first group consisted of 15 subjects with both of maxillary first premolar teeth extraction and both of mandibular first premolar teeth extraction. The second group consisted of 7 subjects with both of maxillary first premolar teeth extraction and both of mandibular second premolar teeth extraction. The third group consisted of 10 subjects with both of maxillary first premolar teeth extraction and both of mandibular first molar teeth extraction. The changes of facial vertical dimension between the pre and post treatments were analized using paired t test, meanwhile the differences of facial vertical dimension between the three groups were analized using Anova. The result of the study showed Anterior Facial Height, Posterior Facial Height and Mandibular Plane angle increased significantly (p<0.05) in the three groups. No significant (p>0.05) differences in increasing of Anterior Facial Height, Posterior Facial Height and Mandibular Plane angle between the three groups.

Kata Kunci :


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.