Laporkan Masalah

PERBEDAAN KENAIKAN KADAR KREATININ SERUM PASKA PEMBERIAN IOPAMIDOL 300 DOSIS STANDAR DAN DOSIS RENDAH PIELOGRAFI INTRAVENA PADA KREATININ SERUM BORDERLINE

Indira Ariani, dr. Sudarmanta, Sp.Rad (K) RI,

2012 | Tesis | S2 Ked.Klinik/MS-PPDS

Gagal ginjal akut setelah pemberian media kontras radiologi merupakan efek samping yang penting dan merugikan. Pielografi intravena dapat menyebabkan gangguan fungsi ginjal pada 20% kasus terutama pada pasien dengan penurunan fungsi ginjal sebelumnya. Iopamidol merupakan media kontras yang sering dipergunakan untuk pielografi intravena. Pada pasien dengan kadar kreatinin borderline (1,5 mg/dl sampai dengan 1,9 mg/dl), salah satu strategi yang dilakukan adalah menurunkan dosis iopamidol yang masih mempunyai rentang diagnostik, namun tidak menaikkan kreatinin serum paska pemberian media kontras. Penelitian ini bertujuan untuk menilai apakah terdapat perbedaan kenaikan kreatinin serum paska pielografi intravena antara iopamidol 300 dosis 0,75 ml/kg berat badan dibandingkan dosis 1 ml/kg berat badan pada pasien dengan kreatinin serum basal borderline. Disain penelitian adalah penelitian potong lintang. Pengambilan subyek dilakukan secara berurutan (consecutive). Subyek dibagi menjadi dua kelompok : kelompok dosis iopamidol 1 ml/kg berat badan dan kelompok iopamidol 0,75 ml/kg berat badan. Kadar kreatinin serum diperiksa sebelum pemberian media kontras dan 24 jam setelah pemeriksaan pielografi intravena. Perbedaan kadar kreatinin dan peningkatan kreatinin setelah dan sebelum pemberian media kontras dianalisis dengan uji Student’s T dengan nilai kemaknaan p<0,05. Karakteristik subyek penelitian dijelaskan berdasarkan umur, jenis kelamin, berat badan dan tekanan darah. Perbedaan kadar kreatinin sebelum pemberian media kontras, 24 jam paska pielografi intravena dan peningkatan kreatinin serum dianalisis dengan uji Student’s T dan dikatakan bermakna apabila nilai p < 0,05.

Acute renal failure due to radiology contrast media is important yet devastating side effect. Intravenous pyelography can cause deterioration of renal function in 20% cases, especially in those with decreased renal function. Iopamidol is contrast media frequently used for intravenous pyelography. In patients with creatinie level borderline (1.5 mg/dl until 1.9 mg/dl), one strategy to cope with this problem is to reduce the dose but still has diagnostic value without causing increased creatinine. The purpose of the study is to examine the difference of elevated serum creatinine after intravenous pyelography between iopamidol 300 0.75 ml/kg body weight and 1 ml/kg body weight among patients with borderline creatinine serum level. This study was a cross-sectional study. Enrollment of subjects were consecutive. Subjects were divided into two groups : iopamidol dose 1 ml/kg body weight and iopamidol dose 0.75 ml/kg body weight. Creatinine serum was examined before contrast media administration and 24 hours after pyelography. The difference of creatinine level and increased creatinine before and after contrast media were analyzed with Student’s T test with p value < 0.05. Subject characteristics was described by age, sex, body weight and blood pressure. The difference of creatinine level before contrast media, 24 hours after pyelography and increased creatinine level were analyzed with Student’s T test and considered significant if p value < 0.05.

Kata Kunci : Kreatinin, Iopamidol, Media Kontras, Pielografi intravena


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.