MANAJEMEN RISIKO TSUNAMI UNTUK PENATAAN RUANG DI PESISIR PERKOTAAN PACITAN, JAWA TIMUR
RATIH PROBOSIWI, Prof. Dr. H.A. Sudibyakto, M.S.
2012 | Tesis | S2 Geo-Informasi untuk Manajemen BencanaKota Pacitan merupakan sebuah wilayah dataran rendah yang secara geografis berbatasan langsung dengan Pantai Selatan Jawa yang diapit bukit di kanan kirinya. Pacitan juga berada di celah seismik ketiga di Indonesia yang merupakan wilayah berpotensi gempa besar dan tsunami. Wilayah pusat kota berhadapan langsung dengan Teluk Pacitan, sehingga apabila terjadi tsunami maka gelombang air laut akan mengakibatkan kerugian besar karena disitu terdapat pusat kegiatan sosial ekonomi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya pemerintah dalam pengelolaan informasi risiko tsunami, termasuk di dalamnya yaitu melakukan penilaian atas kerentanan, kapasitas, risiko dan manajemen risiko untuk penataan ruang itu sendiri. Penelitian ini diharapkan mampu memberikan manfaat dalam pembangunan wilayah terutama dalam pembuatan regulasi penataan ruang dan wilayah yang mempertimbangkan aspek kebencanaan dan risiko tsunami di Pesisir Perkotaan Pacitan. Penelitian membatasi wilayah penelitian dalam lima desa/kelurahan yang merupakan area terdampak tsunami dengan tingkat bahaya sangat tinggi berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh Mardiatno tahun 2008. Hasil analisis menunjukkan perlunya review perencanaan pemanfaatan lahan yang ada di Perkotaan Pacitan. Banyaknya wilayah pemukiman dan fasilitas vital di zona risiko sangat tinggi akan memberikan dampak yang buruk bagi kelangsungan kehidupan masyarakat di Perkotaan Pacitan. Pembangunan zona penyangga dan pengembangan konsentrasi pemukiman baru ke daerah dengan tingkat risiko yang lebih rendah menjadi alternatif pengurangan risiko selain upaya-upaya peningkatan kapasitas wilayah (masyarakat dan lembaga). Perumusan kebijakan penataan ruang yang dilematif harus dikelola dengan baik agar dapat menjembatani kepentingan masyarakat, penelitian, dan juga pemerintah. Diperlukan kesadaran kritis untuk mengelola lingkungan hidup, memahami gejala-gejala alam, dan memulai pembangunan yang sensitif terhadap isu bencana (tak hanya merespon saat terjadi bencana, namun juga menjaga keseimbangan ekologi lingkungan).
Pacitan is a low-land area that is geographically adjacent to the South Coast of Java and flanked by hills on either side. Pacitan is also a seismic gap area that is potential to earthquake and tsunami. Downtown area that is densely populated in Pacitan is directly facing the Pacitan Bay, so when the tsunami waves come, it will causes big losses due to there is center of people activities. This study aims to analyze the government’s efforts in the management of tsunami risk information, including assessment of vulnerability, capacity, and risk management for spatial planning itself. This study is expected to provide benefits for regional development, especially in the developing the spatial planning regulation that considers aspects of the disaster and tsunami risk in coastal urban of Pacitan. The study is limited in five rural area that is affected by tsunami with very high degree of danger based on research conducted by Mardiatno in 2008. The analysis revealed the need to review the existing landuse planning in the urban area of Pacitan. The number of residential areas and vital facilities are located in high-risk zones will give bad effects for people’s live in Pacitan. Construction of buffer zones and development of the concentration of new residential areas in a lower-risk area can be an alternative of risk reduction in spite of increasing the efforts to increase the zone capacity (people and institutions). Dilemmatic spatial planning policy formulation must be managed properly in order to bridge the interests of society, research, and also the government. Critical awareness is necessary to manage the environment, understanding the phenomena of nature, and begin the development sensitive to disaster (not only respond when disaster occurs, but also maintain the ecological balance of the environment).
Kata Kunci : bahaya tsunami, kerentanan, kapasitas, risiko tsunami, manajemen risiko, penataan ruang, dan Perkotaan Pacitan