TIPOLOGI RUANG TERBUKA HIJAU PADA KAWASAN HUNIAN SPONTAN DI TEPI JALUR LINIER DALAM PERKOTAAN YOGYAKARTA Tinjauan Dari Morfologi Kawasan Urban Ke Rural
Yulita Kusuma Sari, Dr. Ir. Budi Prayitno, M.Eng
2012 | Tesis | S2 Teknik ArsitekturSampai saat ini, Ruang Terbuka Hijau dianggap sebagai jawaban paling tepat dalam isu kelestarian ekologi lingkungan. Kriteria minimal yang ditentukan pemerintah manjadi acuan dalam penyelenggaraan ruang terbuka hijau kota. Namun, kita sering lupa bahwa ruang terbuka hijau yang ideal adalah yang menyatu dengan karakter pola spasial kota dan mempertimbangkan aspek keaslian kawasan, konektivitas antar ruang, dan kemampuan menjawab tantangan keberlanjutan ekologi lingkungan. Sementara itu, perkembangan Kota Yogyakarta yang dipicu oleh berbagai faktor, ditambah dengan faktor alami kawasan menimbulkan ragam pola spasial yang unik. Sejarah mencatat aktivitas manusia yang menimbulkan keragaman tersebut adalah pada masa awal berdirinya kerajaan Yogyakarta, kemudian pada masa pendudukan Belanda dan inggris, dampak dari revolusi industri, ketidakstabilan politik, kebangkitan universitas, dan kehidupan masa modern seperti saat ini. Penelitian ini adalah untuk menjawab tantangan Kota Yogyakarta untuk menyediakan ruang terbuka hijau seperti kriteria tersebut. Studi terhadap tipologi ruang terbuka hijau dalam kaitannya dengan konsep urban-rural, serta keragaman jenis vegetasi merupakan langkah awal untuk mengidentifikasi pola spasial ruang terbuka hijau saat ini, sesuai dengan keaslian kawasan yang terbentuk dari morfologi kota. Temuan dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan konsep dalam perencanaan ruang terbuka hijau kawasan Perkotaan Yogyakarta.
Until recently, Green Open Space is considered as the most appropriate answer to the issue of ecological environment. Minimun criteria set by the goverment widened the reference inthe administration of urban green open space. However, we often forget that the ideal of green open space is the one that blends with spatial pattern character of cities and regions to consider aspects of authenticity, connectivity between spaces, and the ability to answer the challenges of ecological sustainability of the environment. Meanwhile, the city of Yogyakarta, which is triggered by various factors, coupled with the natural factors causing a unique variety of spatial patterns. History records that give rise to the diversity of human activities are at the beginning of the Yogyakarta Kingdom, then the Dutch and British occupation, the impact of the industrial revolution, political instability, the rise of the university, and modern day life as it is today. This study was to answer the challenge of Yogyakarta to provide green open spaces such as the criteria. Studies of a typology of green open space in relation to the concept of urban-rural, and the diversity of vegetation types is the first step to identify the spatial pattern of green open space at this time, in accordance with the authenticity of which is formed from the morphology of the city. The findings of this study is expected to be a reference concept in the planning of urban green open space area of Yogyakarta.
Kata Kunci : Green Open Space, Spatial Form, Typology, Urban- Rural