MODAL SOSIAL SEBAGAI SOLUSI MENGATASI PERMASALAHAN MASYARAKAT STUDI KASUS KELOMPOK JIMPITAN PADA LINGKUNGAN RT 70 DAN RT 71 / RW 19 KAMPUNG DANUNEGARAN YOGYAKARTA
Wijiharsono, Dr. Erwan Agus Purwanto
2012 | Tesis | S2 Magister Adm. PublikKondisi dan situasi ekonomi global serta bencana alam yang memporak-porandakan perekonomian Indonesia, menyebabkan lemahnya kemampuan pemerintah dalam menyiapkan layanan publik berupa; Pengelolaan sampah, perbaikan jalan kampung dan penerangannya serta sanitasi warga khususnya pada masyarakat perkotaan, hal serupa dialami masyarakat dengan meningkatnya angka kemiskinan. Ditambah lagi dengan terbukanya daerah baik secara nasional maupun internasional dan berdampak pada terasimilasinya budaya, konsekwensi dari daerah yang menjadi tujuan pariwisata serta pendidikan seperti halnya kota Yogyakarta dan justru memudarkan nilai-nilai budaya sehingga menggeser nilai-nilai sosial menjadi individualistic yang menyebabkan warga berinisiatif untuk mengatasinya permasalahan tersebut secara mandiri. Masyarakat dalam mengatasi permasalahannya, menggunakan nilainilai yang telah terbentuk atau menambahkan dan menyepakatinya menjadi sebuah pedoman yang dipatuhi (norma) yang berwujud dalam sebuah institusi informal antara lain jimpitan. Kepatuhan warga kemudian melahirkan rasa saling percaya dan menyebabkan terjalinnya jaringan sosial, kemudian membentuk pola perilaku sehingga tumbuh menjadi budaya dalam bentuk pemberdayaan warga dari ketidak mampuan sehingga mampu mengatasi persoalannya secara mandiri . Penelitian ini dilakukan di RT 70 dan RT 71 / RW 19 Danunegaran dengan desain penelitian kualitatif induktif dan metode pengumpulan data berupa; wawancara mendalam, survey, observasi dan dokumentasi. serta tekhnik analisa berupa; reduction, data display, conclusion drawing. Hasil penelitian institusi jimpitan sebagai modal sosial sebagai solusi dalam mengatasi permasalahan warga RT 70 dan RT 71/ RW 19 Danunegaran Yogyakarta yang telah dilakukan menunjukkan ; Pertama. Lemahnya fungsi Pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pelayanan publik karena keterbatasan anggaran dan rendahnya kemampuan warga secara ekonomi menyebabkan timbulnya permasalahan masyarakat dalam konteks urban community yaitu; perbaikan dan pemeliharaan jalan kampung, penerangan jalan, sanitasi warga baik sarana maupun aksesnya, serta meningkatnya individualistic warga baik secara pribadi maupun secara kolektif. Kedua. Upaya yang dilakukan warga adalah memilih institusi jimpitan sebagai modal sosial dalam menyelesaikan permasalah warga terutama berkenaan dengan penguatan tali silaturahim, perbaikan dan pemeliharaan sarana pelayanan publik karena memiliki kelebihan dan paling sesuai, meskipun pada komunitas tersebut terdapat modal sosial lain. Ketiga. Jimpitan semula sebagai pengikat tali silaturahim warga kemudian justru menjadi jembatan bagi pengikat tali silaturahim yang terbentuk pada modal sosial lainnya.
Conditions and global economic situations and natural disasters that devastated Indonesia's economy, causing weakness of the government's ability to prepare a public service; waste management, improvement of village roads and lighting and sanitation of the citizens, especially in urban communities, the community experienced a similar thing with the increasing poverty. Coupled with the opening of the region both nationally and internationally and the impact on cultural terasimilasinya, the consequences of that area into a tourist destination as well as education as well as city and actually diminish the cultural values so that the shifting social values that cause people to be individualistic initiative to resolve these problems independently. Community in addressing the problem, using the values that have formed or added, and agree to a compliance guidelines (norms) in the form of an informal institution, among others jimpitan. Compliance residents gave birth to a sense of mutual trust and cause intertwining of social network, then form a pattern of behavior that grew into a culture of citizen empowerment in the form of disability so as to overcome the problem independently. The research was carried out at RT 70 and RT 71 / RW 19 Danunegaran with inductive qualitative research design and methods of data collection: interviews, surveys, observation and documentation. and techniques of analysis; reduction, data display, conclusion drawing. The results jimpitan institutions as social capital as a solution in overcoming the problems of citizens of RT 70 and RT 71 / RW 19 Danunegaran Yogyakarta has been done shows; First. Weak function of government in meeting the needs of public services because of budget limitations and lack of economic ability of citizens in the community causing problems in the context of the urban community; repair and maintenance of village roads, street lighting, sanitation facilities and access to good citizens, good citizens and an increase in private individualistic or collectively. Second. Efforts were made citizens are choosing jimpitan institutions as social capital, especially residents in resolving problems relating to the strengthening of friendship straps, repair and maintenance of public services because it has its advantages and the most appropriate, although there are community social capital. Third. Jimpitan originally a ligature friendship citizens then became a bridge for friendship ligature formed on the other social capital.
Kata Kunci : Modal sosial, Jimpitan, Institusi informal, masyarakat perkotaan, Pemberdayaan