KONSEP DIRI dan EKSPRESI DIRI ORANG BERTATO (Studi Fenomenologi tentang Konsep Diri dan Ekspresi Diri Orang Bertato di Daerah Wijilan Yogyakarta Tahun 2011)
Frisna Tiaraning Jati, Dr. Phil. Ana Nadya Abrar, M.E.S.
2012 | Tesis | S2 Ilmu Politik/Ilmu KomunikasiKonsep diri adalah pandangan diri tentang diri kita sendiri. Potret diri mental ini memiliki tiga dimensi yaitu pengetahuan tentang diri, pengharapan tentang diri dan penilaian tentang diri kita sendiri. Konsep diri dapat muncul karena beberapa faktor, antara lain karena faktor pengaruh dari keluarga terdekat, lingkungan sekitar, teman sebaya, dan kelompok pergaulan. Bagaimana pengaruh yang diberikan lingkungan akan mempengaruhi individu tersebut dalam menentukan sikapnya. Jika lingkungan tersebut memberikan efek yang negatif, maka konsep diri yang terbentuk akan menjadi negative, jika lingkungan memberikan efek positif terhadap individu, maka individu tersebut akan mempunyai konsep diri yang positif. Judul dalam penelitian ini adalah “ Konsep Diri dan Ekspresi Diri Orang Bertato “.; Penelitian tentang orang bertato ini diadakan di daerah Wijilan Yogyakarta. Dan yang menjadi responden dalam penelitian ini adalah orang bertato yang tinggal dan berdomisili di Wijilan. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan paradigma fenomenologi yang bersifat deskriptif-analitis terhadap fenomena orang bertato dan ekspresi diri orang bertato yang menggunakannya. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah, dari ketiga responden dalam penelitian ini, mempunyai pengalaman yang berbeda-beda dalam masyarakat, setelah mereka memakai tato. Tuduhan-tuduhan dan image negatif yang diberikan masyarakat kepada mereka, yang akhirnya membuat mereka bangkit dari keterpurukan, dan tekat mereka yang kuat untuk membuktikan tuduhan-tuduhan dari masyarakat, yang seolah-olah tidak memberikan mereka kesempatan untuk menunjukkan bahwa, mereka bertato tetapi mereka tetap sosok yang baik, mengerti tentang aturan, dan mereka mampu meraih cita-cita dan harapan mereka menjadi seseorang yang besar. Mereka hanya ingin menunjukkan, bahwa tato adalah salah satu cara, yang mereka lakukan dalam mengekspresikan diri dan perasaan mereka. Dengan dorongan orang-orang terdekat, yang selalu mendukung dan percaya bahwa mereka mampu meraih apa yang menjadi impian mereka, hal tersebut menjadi salah satu obat dan penyemangat dalam hidup mereka, yang menjadikan diri mereka mempunyai penghargaan yang tinggi tentang diri mereka, percaya diri dan selalu berpikir positif, dengan apa yang mereka kerjaan dan apa yang akan mereka raih. Memakai tato bukanlah suatu halangan untuk mereka meraih kesuksesan.
Self-concept is the view of ourselves about our own natural self. Mental self-portrait has three dimensions, ie knowledge of self, expectations of self and judgments about ourselves. Self-concept may arise due to several factors, among others, because of the influence of the immediate family, neighborhood, peers, and social groups. How does a given environment will affect the individual in determining his attitude. If the environment is a negative effect, then the concept of self that is formed will be negative, if the environment has a positive effect on individuals, then the individual will have a positive self-concept. Titles in this study is \"Self Concept and Self-Expression tattooed man\". Research on the tattooed area Wijilan held in Yogyakarta. And the respondents in this study were tattooed people who live and reside in Wijilan. Research methods in this study is a qualitative descriptive phenomenological paradigm-analytical to the phenomenon of people with tattoos and self expression tattooed people who use it. The results of this study is the third of the respondents in this study, have different experiences in the community, after they put on a tattoo. Allegations and the negative image given to their community, which ultimately makes them rise from adversity, and their strong resolve to prove the allegations of the society, which seemed to not give them the opportunity to demonstrate that they tattooed but they remain a good figure, understand the rules, and they were able to achieve my goals and hope they become a great person. They just want to show, that tattoo is one way, which they did in expressing themselves and their feelings. With the encouragement of loved ones, who always supported and believed that they were able to achieve what they dream, it has become one of the drugs and encouragement in their lives, who make themselves have a high appreciation of themselves, confident and always positive thinking, with what they work and what they will achieve. Wearing a tattoo is not an obstacle to their success.
Kata Kunci : tato, konsep diri, ekspresi diri