Laporkan Masalah

PENGUJIAN KUALITAS INFORMASI DAN ASIMETRI INFORMASI SEBELUM DAN SETELAH ADOPSI IFRS DI UNI EROPA

Dwianto Mukhtar Latif, Prof. Dr. Indra Wijaya Kusuma, MBA.,

2012 | Tesis | S2 Ilmu Akuntansi

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti empiris terkait pengaruh adopsi wajib IFRS terhadap kualitas informasi dan asimetri informasi. Penelitian ini merupakan ekstensi atas penelitian Armstrong et al. (2010) yang menemukan reaksi positif pasar di Eropa terhadap proses pengadopsian wajib IFRS terkait dengan persepsi bahwa IFRS akan meningkatkan kualitas informasi dan menurunkan asimetri informasi. Dengan menggunakan data sekunder sebanyak 426 perusahaan manufaktur yang diperoleh dari database OSIRIS meliputi data laporan keuangan yang dipublikasikan dan juga harga saham, penelitian ini membandingkan kualitas informasi dan asimetri informasi periode sebelum (2002-2004) dan periode setelah (2006-2008) pengadopsian IFRS. Hasil penelitian memberikan bukti bahwa terjadi peningkatan kualitas informasi setelah pengadopsian wajib IFRS di Uni Eropa. Namun demikian, peningkatan kualitas informasi ini tidak diikuti dengan menurunnya asimetri informasi seperti pendapat Ball (2006), dan hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa terjadi peningkatan asimetri informasi setelah adopsi wajib IFRS di Uni Eropa. Sebagaimana pendapat Hung dan Subramanyan (2007), bahwa standar akuntansi bukanlah faktor utama yang dapat mempengaruhi kualitas informasi akuntansi.

This study aims to provide empirical evidence related to the influence of mandatory IFRS adoption on the information quality and information asymmetry. This study is an extension of the study Armstrong at al. (2010) about the positive reaction to the mandatory IFRS adoption process in the European Market associated with the perception that IFRS will improve the information quality and reduces information asymmetry. By using secondary data as many as 426 manufacturing firms obtained from the OSIRIS database includes data published financial statements and stock prices, this study compared the information quality and information asymmetry between prior period (2002-2004) and period after the IFRS adoption. The results provide that an increase in the information quality after the mandatory IFRS adoption in the EU. However, improving the information quality is not followed by a decrease in information asymmetry such as Ball’s (2006) opinion, and the results of this study showed that an increase in information asymmetry after mandatory IFRS adoption in the EU. As Hung and Subramanyam (2007) states that the accounting standards is not a major factor that can affect the quality of accounting information.

Kata Kunci : Kualitas informasi, asimetri informasi, adopsi IFRS.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.