Laporkan Masalah

Development of Web-based Spatial Decision Support System for Collaborative Lahars Disaster Management (A Case Study of Lahars Disaster Management on Physical Infrastructures Impact at Sleman Regency, Yogyakarta, Indonesia)

Jumadi, Dr. Suharyadi, M. Sc.

2012 | Tesis | S2 Geo-Informasi untuk Manajemen Bencana

Spatial Decision Support System (SDSS) berbasis web sebagai aplikasi GIS yang telah disesuaikan untuk menjawab masalah secara khusus direkomendasikan untuk membantu pengambilan keputusan bagi pengguna yang belum memiliki skill GIS. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan aplikasi tersebut untuk penanggulangan bencana lahar secara kolaboratif terutama pada tahap tanggap darurat dan pemulihan dari dampak terhadap infrastruktur di Kabupaten Sleman. Kuesioner dan wawancara semi-terstruktur yang digunakan untuk mengetahui kebutuhan sistem, ketersediaan data, prosedur kolaboratif, dan evaluasi dari aplikasi prototype yang telah dibangun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa peran yang diidentifikasi selama proses wawancara. Setiap instansi membuat rencana tindakan tanggap darurat dan pemulihan berdasarkan tanggung jawab mereka setelah bencana lahar terjadi. Pada aktifitas kolaborasi, semua pengambil keputusan dari instansi yang dipilih sepakat bahwa data spasial memiliki peran penting dalam komunikasi mereka. Akan tetapi mereka menyadari bahwa secara praktis keberadaan dan penggunaannya sangat terbatas dan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka. Dengan demikian, beberapa data persyaratan diidentifikasi dalam penelitian ini. Data dikumpulkan dan diorganisir untuk mengembangkan geodatabase. Pada proses pembangunan, 67% responden menyatakan bahwa data spasial yang tersedia di instansi mereka, tetapi bervariasi dalam skala dan kebaruan. Yogyakarta Single Base Map digunakan pada sistem ini untuk memecahkan masalah. Namun demikian ada perbedaan dengan dataset yang dimiliki oleh para stakeholder. Geodatabase ini diintegrasikan dengan MBMS untuk mengembangkan web berbasis antarmuka pengguna interaktif (DGMS). Aplikasi yang telah dibangun dilengkapi dengan analisis spasial khusus untuk pemilihan lokasi hunian sementara, dan beberapa alat untuk memilih prioritas pada perbaikan infrastruktur. Hasil evaluasi dari prototype menunjukan bahwa hampir semua responden memberikan penilaian yang baik untuk sistem. 80% dari mereka setuju bahwa aplikasi ini akan sangat berguna. Namun, beberapa saran dan masukan perlu diakomodasi untuk membuat sistem sepenuhnya diimplementasikan dan user friendly.

Web-based Spatial decision support system (SDSS) as customized GIS to answer specific problems was proposed to help non GIS-expert decision makers on their activities and communications. The main objective of this research was to develop such application for collaborative lahars disaster management especially for response and recovery phase of the impact on infrastructures at Sleman Regency. Questionnaires and semi-structured interviews were used to investigate their need of the system, the data availability, collaborative procedures, and evaluation of the application prototype. The results showed that there are several roles which were identified during interview processes. Each agency makes response and recovery plan and action based on their responsibilities when lahars disaster occurred. On their collaborative work, all decision makers from selected agencies agreed that spatial data is important in their communication. Unfortunately, they are realized that it is practically very limited and not adequate to fulfill their need. Accordingly, several data requirements were identified in this research. The data was collected and organized to develop geodatabase. On this development processes, 67% of respondents stated that spatial data is available in their agencies, but it varied in scale and newness. Yogyakarta Single Base Map was used on this system to solve the problem. Unfortunately, the differences the dataset and their own dataset were found. The geodatabase was elaborated with the MBMS to develop web-based interactive user interface (DGMS). Therefore, the application was utilized with specific spatial analysis tools i.e. temporary housing site selection, and some tools to select priority on infrastructures reparation. The users‘ evaluation of the prototype resulted that almost all of respondents give a good mark to the system. 80% of them agreed that the application will be useful. However, some suggestion and feedbacks need to be accommodated to make the system fully implementable and user friendly.

Kata Kunci : lahar, manajemen bencana kolaboratif, web GIS, SDSS, dan MCDA


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.