Laporkan Masalah

KEPUASAN HIDUP PADA LANSIA DITINJAU DARI EMOSI POSITIF DAN KOPING PROAKTIF

FITRA YENI, Dr. MG. Adiyanti

2012 | Tesis | S2 Psikologi

Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah emosi positif dan koping proaktif dapat memprediksi kepuasan hidup pada lanjut usia (lansia). Data penelitian ini dikumpulkan melalui tiga alat ukur, yaitu skala emosi positif, skala koping proaktif dan skala kepuasan hidup. Sampel penelitian berjumlah 120 lansia yang diambil dari 20 puskesmas yang ada di Kota Padang. Teknik sampling yang digunakan adalah cara kuota (quota sampling) dengan kriteria: 1) terdaftar sebagai pasien yang berkunjung ke puskesmas tahun 2010; 2) laki-laki atau perempuan; 3) memiliki latar budaya Minangkabau; dan 4) berusia 60 tahun atau lebih. Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis dengan menggunakan teknik analisis regresi berjenjang (hierarchical regression). Berdasarkan uji hipotesis disimpulkan bahwa: model 1 dengan prediktor emosi positif, sumbangan prediktor sebesar 10,2%, sumbangan ini cukup signifikan dengan nilai F sebesar 13,427 (p=0,000;p<0,05) yang artinya emosi positif dapat memprediksi kepuasan hidup secara signifikan; model 2 dengan prediktor koping proaktif, sumbangan prediktor sebesar 4,1%, sumbangan ini cukup signifikan dengan nilai F sebesar 5,604 (p=0,02;p<0,05) yang artinya koping proaktif dapat memprediksi kepuasan hidup secara signifikan; dan sumbangan efektif kedua prediktor ini adalah sebesar 14,3%, sedangkan sisanya sebesar 85,7% dijelaskan oleh prediktor-prediktor lain dan sebab-sebab lainnya.

The objective of the study is to examine whether or not positive emotion and proactive coping can predict life satisfaction among elderly people. Data used in the study were collected by using three measuring tools: positive emotion scale, proactive coping scale, and life satisfaction scale. Samples of the study were 120 elderly people from 20 Public Health Centers in Padang Municipality. They were determined by using a quota sampling technique: 1) listed as patients visiting the Public Health Center on 2010; 2) male or female in sex; 3) with the background of Minangkabau culture; and 4) 60 years old or more. The data collected were then analyzed by using a hierarchical regression method. Based on the hypothesis test, it can be concluded that in model 1, positive emotion has significant contribution of 10.2% with F value of 13.427 (p=0.000; p<0.05), meaning that the factor could significantly predict life satisfaction; in model 2, proactive coping has significant contribution of 4.1% with F value of 5.604 (p=0.02; p<0.05), meaning that the factor could significantly predict life satisfaction. Contribution of both factors was 14.3%, while the remaining of 85.7% was explained by other factors

Kata Kunci : kepuasan hidup, emosi positif, koping proaktif, lanjut usia


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.