EVALUASI PENGEMBANGAN WILAYAH PEMUKIMAN BERBASIS ANALISIS RISIKO BANJIR LAHAR DI DAERAH SEPANJANG KALI PUTIH KABUPATEN MAGELANG PROVINSI JAWA TENGAH
Afrinia Lisditya Permatasari, Prof. Dr. Junun Sartohadi, M.Sc.
2012 | Tesis | S2 Geo-Informasi untuk Manajemen BencanaDampak bencana alam banjir lahar terhadap pemukiman penduduk merupakan hal yang perlu diteliti untuk menentukan alokasi ruang pembangunan yang tepat serta upaya mitigasi bagi penduduk yang berada di daerah bahaya banjir lahar. Penelitian ini bertujuan untuk menevaluasi pengembangan wilayah pemukiman berbasis analisis risiko banjir lahar di daerah sepanjang Kali Putih Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Pemilihan daerah penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Unit analisis merupakan desa-desa yang berada di sepanjang aliran Kali Putih yang termasuk dalam wilayah bahaya banjir lahar. Penentuan sampel berdasarkan tingkat kerentanan bangunan pemukiman akibat banjir lahar, yang diwakili oleh 200 responden dan 30 responden untuk upaya mitigasi non struktural. Penentuan sampel responden menggunakan teknik stratified sampling. Pengukuran lapangan dilakukan untuk menganalisis daerah bahaya dan tingkat risiko banjir lahar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah penelitian mempunyai area tidak berisiko sebesar 68%, risiko rendah 13%, risiko sedang 8%, risiko tinggi 11% dari seluruh daerah penelitian. Desa Gulon, Jumoyo, Sirahan dan Blongkeng merupakan daerah dengan tingkat risiko tinggi. Persepsi masyarakat tentang kerentanan bangunan, berpengaruh pada bahaya banjir lahar, walaupun nilai “r†lemah yaitu berkisar antara 0,111 – 0,237 (korelasi lemah). Lokasi yang aman untuk pemukiman, seharusnya memanfaatkan lahan yang sesuai dengan kriteria pemukiman yang aman dan sesuai tata ruang, daerah tidak berisiko dan tingkat bahaya rendah dapat digunakan untuk alokasi ruang pengembangan wilayah pemukiman.
Considering impacts of lahar flood event on settlements is prerequisite in land resource best-use decision within lahar-prone area mitigation practice. This research aims at evaluating residential development with consideration towards lahar risk analysis in Kali Putih region, Magelang Regency, Central Java Province, Indonesia. Research locus was defined using purposive sampling technique. Unit of observation was villages along Kali Putih belonging to lahar-susceptible zone. Samples were defined based on the degree of buildings’ risk to lahar threat. As many 200 as respondents were involved in buildings’ risk analysis and 30 public officers were involved in study of current mitigation degree to expand the result of risk analysis. Samples in risk analysis were defined using stratified sampling technique and data was attained from empirical data collection through field survey, observation, and measurement. Risk analysis showed that 68% research area belongs to safe zone (no risk), 13% to low risk zone, 8% to moderate risk zone, and 11% to high risk zone. Gulon, Jumoyo, Sirahan, and Blongkeng Village belong to riskiest zone. Community perception on buildings’ vulnerability to lahar threat was revealed influential to risk development, albeit low R2 emerged (0.111-0.237). Area for residential development should adhere to safety and spatial planning criteria. Recommendation that residential development should be allocated into safe and or low-risk zone is presented.
Kata Kunci : lahar, bahaya, risiko, pengembangan wilaya