Laporkan Masalah

EFEKTIVITAS FOTOREDUKSI Cr(VI) DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK DAUN SINGKONG BUSUK SEBAGAI REDUKTOR ORGANIK

NI WAYAN YUNINGRAT, S.T, Prof. Dr. Endang Tri Wahyuni, M.S

2012 | Tesis | S2 Ilmu Kimia

Pengembangan metode fotoreduksi untuk penanganan limbah ion Cr(VI) dengan penambahan reduktor organik ekstrak daun singkong busuk telah dipelajari dalam penelitian ini. Penelitian ini terdiri dari pelarutan reduktor organik dan penentuan asam oksalat sebagai salah satu reduktor organik dalam daun singkong busuk, serta fotoreduksi ion Cr(VI) tanpa maupun dengan penambahan ekstrak daun singkong busuk dan asam oksalat murni. Optimasi waktu, temperatur dan massa daun singkong telah dilakukan pada pelarutan asam oksalat dari daun singkong. Fotoreduksi ion Cr(VI) dilakukan dengan sistem batch dan dipelajari pengaruh pH larutan, perbandingan mol ion Cr(VI) terhadap mol asam oksalat dalam ekstrak daun singkong busuk terhadap hasil fotoreduksi, dan kinetika reaksi reduksi ion Cr(VI) dengan daun singkong busuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelarutan asam oksalat dari 3 g daun singkong busuk dalam 100 mL H2O pada temperatur 50 °C selama 150 menit memberikan pelarutan asam oksalat yang optimum yaitu 26,67 mg/g daun singkong busuk (2,66%). Penambahan ekstrak daun singkong busuk dapat meningkatkan fotoreduksi ion Cr(VI) dari 17,85% menjadi 99,74%. Reduktor organik dalam ekstrak daun singkong busuk berperan sebagai pengikat radikal ∙OH dan sebagai reduktor. Kondisi yang memberikan fotoreduksi optimum yaitu pH larutan 2, waktu reaksi 24 jam, konsentrasi awal ion Cr(VI) 20 mg/L dan perbandingan mol ion Cr(VI) terhadap mol asam oksalat sebesar 1:1,92. Kinetika reaksi reduksi ion Cr(VI) dengan adanya ekstrak daun singkong busuk mengikuti reaksi orde dua terhadap ion Cr(VI) dengan harga k' sebesar 15,855 M-1menit-1 untuk sistem tanpa penyinaran dan 22,307 M-1menit- 1 untuk sistem dengan adanya sinar.

Development of photoreduction method for Cr(VI) ion waste treatment with organic reductor substances extracted from rotten cassava leaves has been studied. This study consist of dissolving organic reductor substances from rotten cassava leaves in water medium, determining oxalic acid content in rotten cassava leaves and photoreduction of Cr(VI) ion without or with addition of rotten cassava leaves extractant and pure oxalic acid. In the dissolution, time, temperature and mass of cassava leaves were optimized. Photoreduction of Cr(VI) ion was carried out by batch system in which the effect of pH, mole ratio of Cr(VI) ion to oxalic acid from rotten cassava leaves extractant and kinetics of Cr(VI) ion reduction with addition of rotten cassava leaves extractant were evaluated. The results showed that the dissolution of 3 g of rotten cassava leaves in 100 mL H2O at 50 °C within 150 minutes could dissolve optimum oxalic acid as much as 26.67 mg/g rotten cassava leaves (2.66%). The addition of rotten cassava leaves extractant has increased the effectiveness of photoreduction of ion Cr(VI) from 17.85% to 99.74%. The roles of organic reductor substances are as ∙OH radical scavenger and as reductor. The optimum photoreduction could be reached when pH 2, and mole ratio of Cr(VI) ion to oxalic acid of 1:1.92 was applied. The reduction of Cr(VI) ion followed second order reaction to Cr(VI) ion with k' values of 15.855 M-1minute-1 for non irradiated system and 22.307 M-1minute-1 for irradiated system

Kata Kunci : fotoreduksi, daun singkong, Cr(VI)


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.