Laporkan Masalah

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INTENSITAS PERGERAKAN PEJALAN KAKI DI JALUR PEDESTRIAN KOTA YOGYAKARTA

RACHMAT WAHYU PRABOWO, ST, Prof. Ir. Bambang Hari Wibisono, MUP., M.Sc., Ph.D.

2012 | Tesis | S2 Magist.Prnc.Kota & Daerah

Tingginya penggunaan kendaraan bermotor di Kota Yogyakarta berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan transportasi, lingkungan, dan kesehatan yang sulit diatasi. Di sisi lain, moda jalan kaki yang memiliki berbagai keuntungan tidak menjadi prioritas bagi masyarakat Yogyakarta. Minimnya intensitas pergerakan pejalan kaki di Kota Yogyakarta diduga diakibatkan oleh rendahnya kualitas kenyamanan jalur pedestrian yang ada. Penelitian ini berusaha membuktikan dugaan tersebut (deduktif) dan untuk mengetahui adanya faktor-faktor lain yang mempengaruhi intensitas pergerakan pejalan kaki. Pengamatan lapangan dan wawancara dilakukan untuk mendapatkan data tentang guna lahan ruas jalan, kualitas kenyamanan gerak jalur pedestrian, intensitas pergerakan pejalan kaki (jumlah pejalan kaki per satuan waktu), persepsi kenyamanan pejalan kaki, karakter pejalan kaki, dan pola pergerakan pejalan kaki di 4 lokasi sampel. Empat lokasi sampel tersebut ditentukan berdasarkan perbedaan jenis guna lahan, intensitas pergerakan pejalan kaki, dan fungsi jalan yaitu Jalan MT Haryono, Jalan Sultan Agung, Jalan P. Diponegoro, dan Jalan Magelang. Analisis data yang digunakan menggunakan metode kualitatif dengan cara membandingkan data-data dari 4 lokasi sampel kemudian mengidentifikasi apakah terdapat hubungan antara guna lahan dan kualitas kenyamanan gerak dengan intensitas pergerakan pejalan kaki serta faktor-faktor lain yang mempengaruhi pergerakan pajalan kaki di Kota Yogyakarta. Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara guna lahan dengan intensitas pergerakan pejalan kaki, tidak adanya hubungan kualitas kenyamanan gerak jalur pedestrian dengan intensitas pergerakan pejalan kaki, dan adanya faktor lain yang mempengaruhi pergerakan pejalan kaki diantaranya tujuan perjalanan, jarak tempuh perjalanan, waktu, atraktor/generator lain di ruas jalan sekitarnya, alasan kesehatan, faktor keterbatasan individu dan ekonomi rumah tangga.

The high use of motor vehicles in Yogyakarta has the potential to cause various problems of transportation, environmental, and health. On the other hand, walking mode which has various advantages has not become a priority for the people. The minimal intensity of pedestrians flow in Yogyakarta is assumed due to the low quality of pedestrian. This study attempts to verify such assumption and explore other factors that influence the intensity of pedestrians movements. Field observations and interviews were conducted to obtain data on land-use roads, the quality of pedestrian paths motion comfort, intensity of pedestrian movement (the number of pedestrians per unit time), pedestrians comfort perception, pedestrian characteristic, and pedestrian movement patterns in 4 sample locations. Those 4 sample locations were determined based on differences in the types of its land use, intensity of pedestrian movement, and its road function. Those streets are MT Haryono Street, Sultan Agung Street, P. Diponegoro Street, and Magelang Street. Data analysis used is qualitative methods by comparing the data from four sample sites and then identify whether there is a relationship between land use and motion quality with pedestrian movement convenience and other factors that influence the pedestrian movement in of Yogyakarta. The research indicates the relationship between land use with the intensity of pedestrian movement, the lack of relationship between quality of pedestrian paths motion comforts and pedestrians movement intensity, while other factors which influence pedestrians movement are; travel purposes, trip mileage, time, attractors/ other generator on the surrounding streets, health reason, and individual limitation factors, as well as households economic condition.

Kata Kunci : kenyamanan, pedestrian, pejalan kaki


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.