Laporkan Masalah

KELEKATAN, KECERDASAN EMOSI, DAN PENYESUAIAN DIRI ANAK SANTRI JAWA

Evi Ni'matuzzakiyah, Prof. Dr. Endang Ekowarni

2012 | Tesis | S2 Psikologi

Pesantren sebagai subkultur masyarakat Indonesia khususnya Jawa, menjadi salah satu alternatif pilihan para orangtua ketika menginginkan putra-putri mereka tumbuh dalam lingkungan islami yang kondusif, pesantren dinilai mampu menjawab berbagai tantangan dan permasalahan pendidikan kontemporer, karena proses pendidikan dan pengajarannya yang terpadu. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dinamika penyesuaian diri anakanak santri Jawa di pesantren yang dipengaruhi oleh kelekatan dan kecerdasan emosi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hipotesis bahwa kelekatan dan kecerdasan emosi dapat memprediksi kemampuan penyesuaian diri pada anak santri Jawa. Subjek dalam penelitian ini adalah santri pondok pesantren BQH di Jejeran Bantul, HMN, dan HMT di Palbapang Bantul, yang berusia 10 – 12 tahun. Jumlah subjek dalam penelitian ini sebanyak 39 santri putra dan putri. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala penyesuaian diri, skala kecerdasan emosi dan skala kelekatan. Model statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah analisis regresi ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kecerdasan emosi dan kelekatan terbukti secara bersama-sama mampu memprediksi kemampuan penyesuaian diri anak (F = 70,710; p = 0,000 (p < 0,001) yang berarti sangat signifikan dengan sumbangan prediktor (R 2) sebesar 79,6%. (2) Variabel kecerdasan emosi merupakan prediktor yang kuat bila dibandingkan dengan variabel kelekatan terhadap penyesuaian diri anak. (3) Kelekatan secara sendiri tidak mampu menjadi prediktor kemampuan penyesuaian diri anak, dan (4) variabel kelekatan ditempatkan sebagai mediator, sehingga digunakan analisis dummy, kategori kelekatan di bagi menjadi dua; kelekatan rendah dan kelekatan tinggi, hasil analisis menyebutkan bahwa sumbangan prediktor dari variabel dummy dengan kelekatan tinggi sebagai mediator antara variabel kecerdasan emosi dan penyesuaian diri sebesar 81,3%, sehingga sumbangan efektif mengalami kenaikan 1,7% dari model awal sebesar 79,6% ketika variabel kelekatan dan kecerdasan emosi secara bersama-sama memprediksi penyesuaian diri.

The Boarding as a subculture of people in Indonesia, especially Java, to be an alternative choice when the parents want their children to grow up in a conducive Islamic environment, the boarding considered able to face challenges and contemporary education problems, because its education and teaching processes are integrated. This study aims to reveal the dynamics of Javanese children’s adjustment in boarding who are affected by attachment and emotional intelligence. This study aims to test the hypothesis that attachment and emotional intelligence can predict the ability of the Java’s child students’ adjustment. Subjects in this study were students at BQH boarding school at Jejeran Bantul, HMN and HMT boarding school in Palbapang Bantul, aged 10-12 years. The number of subjects in this study were 39 male and female students. Measuring devices used in this study is Adjustment, Emotional intelligence and Attachment scales. Statistical model used to test the hypotheses is multiple regression analysis. The results showed that (1) Emotional intelligence and attachment jointly can be a predictor of child adjustment capability (F = 70.710, p = 0.000 (p <0.001) which means a very significant with predictor contribution (R 2 ) 79.6%. (2) Emotional intelligence is a powerful predictor variable when compared with attachment to the child's adjustment. (3) Attachment itself can not be a predictor of child adjustment capabilities, and (4) Attachment is placed as a mediator variable, so used dummy analysis, attachment category is divided into two; low and high attachments, the analysis states that the predictors contribution of dummy variables with a high attachment as a mediator between emotional intelligence and adjustment is 81.3%, thus contribute effectively increase 1.7% from the initial model by 79.6% when the attachment and emotional intelligence variables jointly predict the adjustment.

Kata Kunci : penyesuaian diri, kelekatan, kecerdasan emosi, santri, dan Jawa.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.