Laporkan Masalah

MAKNA POLA ASUH BERDASARKAN NILAI-NILAI INTI BUDAYA TRADISIONAL MASYARAKAT MANDAILING NATAL (MADINA) SUMATERA UTARA

Suaidah Lubis, Dr. MG Adhiyanti,

2012 | Tesis | S2 Psikologi

Penelitian ini bertujuan menemukan makna pengasuhan yang diperoleh anak, berdasarkan nilai-nilai inti budaya tradisional masyarakat Mandailing. Penelitian ini menggali adanya dinamika psikologis pada proses pengasuhan yang berlangsung dalam kehidupan masyarakat Mandailing. Pengasuhan merupakan bagian dari kehidupan yang harus dilakukan dalam keluarga. Masyarakat Mandailing Natal melakukan proses pengasuhan berdasarkan nilai-nilai inti budaya tradisionalnya. Nilai-nilai inti budaya tradisional tersebut meliputi aspek kekerabatan, religi, hagabeon, hamajuon, hasangapon, hamoraon, uhum, pengayoman dan konflik yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Mandailing sehari-hari. Permasalahan pokok yang ingin dijawab melalui penelitian ini adalah, bagaimana pola asuh masyarakat Mandailing berdasarkan nilai-nilai inti budaya tradisionalnya melalui perspektif psikologi perkembangan?. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Responden penelitian diambil dari masyarakat Mandailing Natal yang tinggal di Medan dan Mandailing Natal Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengasuhan yang dilakukan orangtua kepada anak-anaknya dilakukan bersama-sama, namun dengan cara berbeda sesuai fungsi yang dijalankan orangtua dalam keluarga. Proses pola asuh yang dilakukan orangtua memberikan makna bagi anak yang mempersepsikan bahwa orangtua mereka adalah sosok pendidik, teladan, motivator, pembuat keputusan dan pendidik keterampilan bagi mereka. Nilai-nilai inti budaya tradisional saat ini masih terus berlangsung dalam kehidupan masyarakat Mandailing Nilai-nilai tersebut bahkan diterapkan kepada anak-anaknya setelah mereka berumah tangga. Dari sembilan aspek nilai-nilai inti budaya tradisional tersebut, nilai kekerabatan, religi, hamajuon, pengayoman dan konflik terlihat masih diterapkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Mandailing. Pola asuh yang dilakukan berdasar nilai-nilai inti budaya tradisional tersebut menunjukkan anak-anak yang memiliki karakter sebagaimana harapan keluarga dan masyarakat.

This study aims to discover the significance of the parenting received by children based on the core values of traditional culture among Mandailing community. The study explores the psychological dynamics of the parenting process that takes place in Mandailing community\" Parenting is a part of life that must be done within the family. Mandailing Natal community runs the parenting process based on the core values of their traditional culture. The core values of traditional culture includes the values of kinship, religion, hagabeon, hamajuon, hasangapon, hamoraon, uhum, shelter and conflicts which are parts of Mandailing people's daily lives. The main issue which wants to be answered through this research is how the parenting of Mandailing community based on the traditional culture core values through the perspective of developmental psychology. This study uses the qualitative method by using the phenomenological approach. The data collection method is conducted through interviews, observation, and documentation. Respondents were drawn from the Mandailing Natalcommunity who live in Medan and South Tapanuli Mandailing Natal in North Sumatera. The results show that parents bring up their children together but they do it in different ways according to the function and role of parents in the family. The process of the parenting has done by parents gives the significance to the children, who perceive that their parents are really educators, role models, motivators, decision makers and educators for their skills. The core values of the traditional culture are still ongoing in the Mandailing people's daily life. Those values are applied to their children after they get married. However, there are five from nine traditional culture core values that still dominant applied in people's daily life, such as kinship, religion, hamajuon, shelter and conflict. The parenting role based on the core values of the traditional culture shows children who have a distinctive character as the family's and community's expectations.

Kata Kunci : Makna pola asuh orangtua, Nilai-nilai inti budaya tradisional, Masyarakat Mandailing Natal.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.