PENGUJIAN KEEFEKTIFAN MODEL WHISTLEBLOWING: PENDEKATAN EKSPERIMEN
Caesar Marga Putri, Dr. Mahfud Sholihin, M.Acc.
2012 | Tesis | S2 Ilmu AkuntansiPenelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris keefektifan model whistleblowing dalam mendorong seseorang melaporkan tindakan wrongdoing. Berdasarkan path-goal theory, pemimpin akan membantu dan mendukung karyawanya mencapai tujuan mereka dan memastikan bahwa tujuan tersebut sejalan dengan tujuan organisasi. Oleh karena itu niat individu untuk melaporkan tindakan kecurangan akan lebih besar apabila ada sebuah struktur yang jelas untuk mencapai tujuan dan mengurangi hambatan-hambatan. Kebutuhan individu akan rasa aman seperti yang diungkapkan dalam Maslow’s hierarchy theory menuntut adanya sebuah jalur pelaporan yang bersifat anonymous. Reinforcement theory juga menguatkan kecenderungan individu untuk melakukan whistleblowing dikarenakan adanya reward yang akan diperoleh apabila melakukan tindakan. Penelitian ini diuji dengan menggunakan metode eksperimen yang melibatkan 123 partisipan dari dua perguruan tinggi. Hasilnya menunjukkan bahwa jalur pelaporan non-anonymous dalam kondisi reward model lebih efektif dibanding jalur anonymous. Di lain pihak dalam kondisi structural model baik jalur anonymous dan non-anonymous sama-sama efektif dalam mendorong seseorang melakukan whistleblowing.
The purpose of this research is to examine empirically of whistleblowing model effectiveness to encourage people in reporting wrongdoing. Based on pathgoal theory, the leader’s job is to assist followers in attaining their goals and to provide direction or support needed to ensure that their goals are compatible with the goals of the group or organization. Therefore individual’s intention to report fraudulent act is greater if there is a clear structure for achieving goal and reducing threats. Individual’s need for security that is stated in Maslow’s hierarchy theory encourages an anonymous reporting channel. Reinforcement theory also encourages individual’s intention for whistleblowing because there is reward provided. This study is designed using experiment method, with 123 participants from two universities. The result shows that non-anonymous channel in the reward model is more effective than in anonymous channel. In the other hand structural model either in the anonymous or non-anonymous channel is the same effective.
Kata Kunci : Jalur pelaporan, struktur, reward, whistleblowing intention.