PERTANGGUNGJAWABAN NOTARIS TERHADAP AKTA-AKTA YANG DIBUATNYA BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NO. 30 TAHUN 2004 TENTANG JABATAN NOTARIS DI SAMARINDA
Wirasakti ibrahim, Prof. Dr. Abdul Ghofur Anshori, S.H.,M.H
2012 | Tesis | S2 Magister KenotariatanPenelitian mengenai pertanggungjawaban Notaris terhadap akta-akta yang dibuatnya berdasarkan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris di Samarinda, bertujuan untuk mengetahui pertanggungjawaban dsn sanksi-sanksi Notaris selaku pejabat umum apabila melakukan kesalahan dalam pembuatan akta yang dibuatnya berdasarkan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris di Samarinda, serta perlindungan hukumnya terhadap Notaris dalam hal pembuatan akta Notaris berdasarkan keterangan pihakpihak namun ternyata keliru atau salah. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis empiris, karena penelitian seperti ini tentu membutuhkan data primer. Artinya, harus turun langsung ke lapangan selain memanfaatkan data-data kepustakaan atau lazim disebut penelitian kepustakaan. Subjek penelitian terdiri dari responden yaitu Notaris sendiri, narasumber yaitu Majelis Pengawas Daerah. Penentuan sample yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling yaitu jenis pengambilan sample yang dilakukan dengan cara menetapkan calon responden berdasarkan kriteria dan persyaratan oleh pengambil sample. Data yang diperoleh dari hasil penelitian dianalisis secara kualitatif dan disajikan secara deskriptif. Dalam penelitian ini diketahui (1) Dalam hal Notaris terbukti melakukan kesalahan terhadap akta yang dibuatnya maka Notaris bertanggungjawab penuh atas akta yang dibuatnya. Sanksi yang dijatuhkan berupa sanksi perdata, (2) Dalam hal, kesalahan dalam pembuatan akta dikarenakan keterangan salah sari pihak maka Notaris dilindungi oleh Majelis Pengawas Daerah dengan tidak memberikan izin kepada pihak Penyidik (Kepolisian) untuk memeriksa Notaris yang bersangkutan.
-
Kata Kunci : Pertanggungjawaban, perlindungan hukum