Laporkan Masalah

EVALUASI MULTI-KRITERIA KERUANGAN UNTUK PENILAIAN RISIKO TOTAL TSUNAMI DI PACITAN

Muhammad Wahyu Dicky Zulkarnain, Dr. Sunarto, M.S

2012 | Tesis | S2 Geo-Informasi untuk Manajemen Bencana

Pacitan merupakan daerah di selatan Pulau Jawa yang berbentuk teluk dan berhadapan langsung dengan Samudra Hindia. Dasar Samudra Hindia merupakan daerah aktiv gempabumi yang berpotensi tsunami. Teluk Pacitan pernah mengalami gempa dan tsunami pada tahun 1818, 1840, 1859, 1883, 1904, 1921, 1925, 1957, 1994, dan 2006 berdasarkan data sejarah kegempaan dan tsunami laut selatan. Penelitian ini bertujuan melakukan analisis evaluasi multi-kriteria keruangan (Spatial Multi-criteria Evaluation, SMCE ) untuk penilaian risiko total tsunami di Pacitan. Penilaian risiko tsunami dengan metode semi-kuantiatif, dengan membangun indeks risiko bernilai antara 0 sampai dengan 1. Potensi bahaya tsunami menggunakan model limpasan terjauh tsunami Pacitan oleh Mardiatno pada tahun 2008. Penilian risiko dengan menggunakan parameter fisik, sosial dan ekonomi sebagai komponen kerentanan total tsunami. Kerentanan fisik diperoleh melalui survei kerentanan bangunan berdasarkan PTVA-3. Parameter kesehatan, kesiapan bencana, dan jumlah penduduk bekerja digunakan untuk membangun kemampuan penanganan (coping capacity) total tsunami. Pembobotan parameter menggunakan metode perbandingan berpasangan (pairwise comparation) dan ringkasan peringkat (rangking summary). Risiko total tsunami Pacitan hasil evaluasi multi-kriteria keruangan bernilai 0,23 sampai dengan 0,81. Risiko total tsunami Pacitan didominasi tingkat tinggi dan sangat tinggi. Karakteristik risiko total tsunami Pacitan semakin tinggi di daerah Kelurahan Ploso dan di daerah sekitar Sungai Gridulu. Persentase risiko tsunami sangat tinggi terbesar terdapat di Kelurahan Ploso.

Pacitan is an area on the southern island of Java in the form of the bay and dealing directly with the Indian Ocean. The basis of the Indian Ocean is an area of active earthquake that potentially create tsunami. Gulf Pacitan never experienced an earthquake and tsunami in 1818, 1840, 1859, 1883, 1904, 1921, 1925, 1957, 1994, and 2006 based on historical earthquake and tsunami data the southern ocean. This study aims to analyze spatial multi-criteria evaluation (SMCE) for a total risk assessment of tsunami in Pacitan. Tsunami risk assessment by semi-quantitative method, to construct the risk index value between 0 and 1. Tsunami hazard using the model adopted from Pacitan tsunami run-up of Mardiatno at 2008. Judging the risk of using the physical, social and economic parameters as a component of total tsunami vulnerability. Physical vulnerability is obtained through a survey based on the vulnerability of buildings PTVA-3. Parameters of health, disaster preparedness, and working population used to build the total tsunami coping capacity. Weighting parameters using pairwise comparation method and ranking summary. The total risk value of tsunami Pacitan resulted from spatial multi-criteria evaluation range from 0.23 to 0.81. Total risk of tsunami Pacitan dominated high and very high levels. Characteristics of Pacitan total risk tsunami high at Ploso village and the area around the River Gridulu. The highest total risk of a tsunami in the Ploso village

Kata Kunci : Pacitan, Tsunami, Evaluasi multi-kriteria keruangan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.