Laporkan Masalah

PENGARUH IKLIM ETIS ORGANISASI DAN STRES KERJA TERHADAP KEINGINAN BERPINDAH DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (STUDI PADA ACCOUNT REPRESENTATIVE DAN PEMERIKSA PAJAK DI KANTOR PELAYANAN PAJAK DI PULAU JAWA)

Hanik Susilawati Muamarah, Prof. Dr. Indra Wijaya Kusuma, M.B.A., Ak.

2012 | Tesis | S2 Ilmu Akuntansi/Akuntansi Terapan

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh iklim etis organisasi dan stress kerja terhadap keinginan berpindah pegawai DJP, dengan menggunakan kepuasan kerja sebagai variabel intervening. Penelitian dilakukan terhadap pegawai pajak di Pulau Jawa dengan mengambil sampel pada Kanwil DJP Jakarta Selatan dan Kanwil DJP Jawa Timur II. Total kuesioner yang disebarkan mencapai 920 kuesioner dengan tingkat pengembalian sebesar 38,57% atau sebanyak 356 kuesioner. Berdasarkan data yang diperoleh, dilakukan analisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan bantuan software LISREL 8.8. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa iklim etis organisasi dan stres kerja berpengaruh negatif terhadap kepuasan kerja dan kepuasan kerja berpengaruh negatif terhadap keinginan berpindah. Hasil lain yang diperoleh adalah iklim etis organisasi dan stres kerja tidak berpengaruh terhadap keinginan berpindah. Selain itu, berdasarkan pengujian tambahan yang dilakukan diperoleh hasil bahwa terdapat perbedaan signifikan untuk variabel stres kerja dan kepuasan kerja antara kelompok AR dan kelompok pemeriksa pajak. Pada kelompok KPP di Kanwil DJP Jakarta Selatan dan KPP di Kanwil DJP Jawa Timur II didapatkan hasil bahwa terdapat perbedaan signifikan untuk variabel kepuasan kerja dan keinginan berpindah. Berdasarkan penelitian ini dapat direkomendasikan perlunya dilakukan analisis beban kerja dan tindak lanjutnya terhadap kelompok-kelompok jabatan strategis di DJP, terutama AR dan pemeriksa pajak. Evaluasi menyeluruh baik terhadap pegawai maupun uraian pekerjaan juga perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan bahwa seluruh pekerjaan dapat ditangani dengan baik, sesuai dengan kapabilitas dan kemampuan pegawai.

The purpose of this study is to investigate the effects of job stress and organizational ethical climate on tax officer’s turnover intentions, with job satisfaction as intervening variable. The study was conducted at tax offices in Kanwil DJP Jakarta Selatan and Kanwil DJP Jawa Timur II. Questionnaires were distributed to 920 account representatives and tax auditors. Questionnaires returned were 356 or obtained 38.57% response rate. The data is analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) and assisted by LISREL version 8.8 software. The results indicated that job stress and organizational ethical climate has negative effect on job satisfaction and job satisfaction decrease turnover intention. Other results revealed that organizational ethical climate and job stress has no effect on employee turnover intention. Besides, additional tests revealed that there were significant differences on job satisfaction and job stress among account representatives and tax auditors. For Jakarta tax offices in Kanwil DJP Jakarta Selatan and tax offices in Kanwil DJP Jawa Timur II, the results showed that there were significant differences on turnover intention and job satisfaction.. The implication of this study includes the need of workload analysis and subsequent actions on strategic positions in Directorate General of Taxes such as account representatives and tax auditors. Since they played important role in DGT, a complete evaluation to the employees and job descriptions also should be conducted to ensure that the job is well handled and match the employee capabilities.

Kata Kunci : iklim etis organisasi, stres kerja, kepuasan kerja, keinginan berpindah, account representative, pemeriksa pajak


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.