Laporkan Masalah

PEMANFAATAN SUMBER DAYA AIR BAGI KEGIATAN BUDIDAYA DI DAERAH PENGALIRAN SUNGAI (DPS) KETONGGO KABUPATEN NGAWI

Yosef Danni Kurniawan, Ir. Leksono Probo Subanu, MURP. Ph.D.,

2012 | Tesis | S2 Magist.Prnc.Kota & Daerah

Kabupaten Ngawi merupakan daerah pertemuan dua sungai besar yakni Bengawan Solo dan Kali Madiun, daerah yang subur dengan irigasi yang bersumber dari lereng Gunung Lawu. Produksi pertanian dari sawar beririgasi yang dari tahun ke tahun selalu meningkat. Pemanfaatan sumber daya air yang terbatas menjadi masalah ketika kebutuhan air meningkat dan tidak dapat mencukupi kebutuhan masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengetahui pemanfaatan sumber daya air bagi kegiatan budidaya dan mengkaji kebijakan dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara yang mendalam, observasi lapangan, data sekunder dan studi kepustakaan. Analisis data melalui deskriptif kualitatif, dan pembahasan dilakukan secara induktif. Penelitian ini menemukan bahwa terjadinya kekurangan air untuk irigasi selain disebabkan oleh bertambahnya penduduk pemakai sumber air bersih juga disebabkan rusaknya hutan di daerah hulu DPS Ketonggo. Keterbatasan air yang mengalir di sungai dan dimanfaatkan untuk air irigasi menyebabkan perubahan perilaku petani dalam memanfaatkan air irigasi dan mengelola irigasi gravitasi, pencurian dan rusaknya sarana irigasi, berhentinya produksi perikanan, alih guna lahan serta menjamurnya pompa air di lahan pertanian sawah. Peningkatan sistem irigasi pompa tersebut juga juga berdampak penurunan muka air tanah. Meskipun pemenuhan air irigasi telah meningkatkan produksi tanaman pangan, produksi ikan dan populasi ternak di DPS Ketonggo

Ngawi district is located between two mayor rivers namely Bengawan Solo and Kali Madiun. It is a fertile area with irrigation sourced from the slopes of Mount Lawu. Agricultural production in this area is increasing year by year. However, water resources become a problem when the water demand increases and can not cover the needs of the community. This research aims to find out water utilization for cultivation and reviewing policies and factors that influence it. The research was conducted by a qualitative approach. Data were gathered through in-depth interviews, field observations, secondary data and literature study. Data were analysed through qualitative descriptive, white discussion is done inductively. This research found that the lack of water for irrigation is attributed to the increasing population of users of water sources also caused damage to forests in the upper Ketonggo DPS. Limitations of water flowing in rivers and irrigation water used to cause a change in the behavior of farmers in irrigation water use and manage the irrigation of gravity, theft and destruction of irrigation facilities, the cessation of production of fisheries, land use and proliferation of the water pump on farmland paddy. Despite, the fact fuat water irrigation have increased production of food crops, the production of fish and livestock population in the DPS Ketonggo improvement of pump irrigation system were also resulted a decrease of ground water.

Kata Kunci : Sumber Daya Air, Irigasi, Pertanian, Perikanan, Peternakan, Kelembagaan dan Lingkungan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.