Laporkan Masalah

PERTUMBUHAN EKONOMI DAN KETIMPANGAN PENDAPATAN DI PROVINSI BENGKULU TAHUN 2005-2009

Rahmat Al Hidayat, Dr. Poppy Ismalina, M.Ec.

2012 | Tesis | S2 Magister Ek.Pembangunan

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tipologi daerah antarkabupaten/kota di Provinsi Bengkulu, menganalisis ketimpangan pembangunan antarkabupaten/kota di Provinsi Bengkulu, menganalisis apakah hipotesis Kuznets (kurva U terbalik) berlaku di Provinsi Bengkulu, menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan PDRB per kapita di Provinsi Bengkulu. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dari 10 kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu selama periode 2005-2009 dengan menggunakan alat analisis tipologi Kassen, indeks Williamson, hipotesis Kuznets, dan regresi panel data. Hasil analisis dengan tipologi Klassen dapat disimpulkan bahwa klasifikasi daerah di Provinsi Bengkulu dapat dibedakan menjadi,1) Daerah cepat maju dan cepat tumbuh, yaitu Kota Bengkulu, Kabupaten Rejang Lebong, Kabupaten Kepahiang, dan Kabupaten Lebong; 2)Daerah maju tapi tertekan, yaitu Kabupaten Bengkulu Tengah; 3)Daerah berkembang cepat, yaitu Kabupaten Bengkulu Selatan, Kabupaten Kaur, Kabupaten Seluma, dan Kabupaten Mukomuko; 4)Daerah relatif tertinggal, yaitu Kabupaten Bengkulu Utara. Berdasarkan hasil analisis indeks Williamson menunjukkan bahwa ketimpangan pendapatan antarkabupaten/kota di Provinsi Bengkulu selama periode penelitian 2005-2009 berfluktuatif dengan ketimpangan rata-rata 0,39. Berdasarkan hipotesis Kuznets selam periode 2005-2009 membuktikan bahwa hipotesis Kuznets berlaku di Provinsi Bengkulu. Berdasarkan hasil regresi data panel menunjukkan bahwa pertanian berpengaruh postif dan signifikan,jumlah penduduk berpengaruh positif dan signifikan, dan tenaga kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan PDRB per kapita di Provinsi Bengkulu.

The objectives of this study are to analyze the typology of region among regencies/municipalties in Bengkulu Province, to analyze inequality in development among regencies/municipalities in Bengkulu Province, to analyze whether or not the curve of Kuznets hypothesis (inverted U curve) can be applied in Bengkulu Province, and to anlyze factors affecting the growth of Gross Regional Domestic Products per capita. That data used in this research are secondary data from 2005 until 2009. The tools of analyzeused were the Klassen’s typology, Williamson Index, Kuznets hypothesis, and panel data regression. The results indicates that the regions classified in Bengkulu Province could be classified into,1) High development and high growth, were Bengkulu City, Rejang Lebong, Kepahiang, and Lebong; 2)Quick development but low growth, were Bengkulu Tengah; 3) Quick development, were Bengkulu Selatan, Kaur, Seluma, and Mukomuko;4)Relatively low development, were Bengkulu Utara. Williamson index analysis indicated that income inequality between regencies/municipalties in Bengkulu Province from 2005 to 2009 fluctuated with 0,39 average inequality. Based on analyze of the Kuznets hypothesis from 2005 to 2009, it can be recognized that the Kuznets hypothesis could be applied in Bengkulu Procince. Based on result of the panel data regression, it can be concluded that agriculture had positive and significant effect, population had positive and significant effect, and employment had negative and significant on the Gross Regional Domestic Product per capita in Bengkulu Province.

Kata Kunci : Ketimpangan, Pertumbuhan, Tipologi Klassen, Indeks Williamson, Hipotesis Kuznets, Regresi Panel Data


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.