PENINGKATAN KUALITAS RUANG JALAN PADA FUNGSI KOMERSIL DI KAWASAN CANDI BOROBUDUR KAJIAN PADA SETTING ELEMEN FISIK DAN AKTIFITAS Kasus : Jalan Pramudya Wardani
Nicolaus Nino Ardhiansyah, Ir. Sigit Sayogya Basuki, MS.
2012 | Tesis | S2 Desain Kawasan BinaanPeningkatan jumlah wisatawan yang signifikan tanpa didasari perencanaan yang baik akan berdampak negatif pada obyek wisata yang bersangkutan. Hal inilah yang sekarang sedang terjadi pada obyek wisata Kawasan Candi Borobudur. Candi Borobudur yang pada beberapa tahun lalu masuk dalam salah satu keajaiban dunia , saat ini tidak lagi masuk dalam list tersebut. Hal ini dikarenakan UNESCO selaku pihak yang melakukan list, sangat menyayangkan banyak kehancuran yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia sendiri dalam situs Budha terbesar di Indonesia (bahkan dunia) ini. Peraturan yang tidak konsisten, papan informasi yang tidak tertata dengan baik, pertumbuhan PKL yang tidak terkendali, penataan parkir yang tidak teratur, sirkulasi yang tidak jelas dan pengunjung yang berlebih memberi beban bagi Candi Borobudur. Peraturan yang tidak konsisten menyebabkan pertumbuhan PKL yang tidak terkendali di area wisata Candi Borobudur. PKL yang berjumlah 3003 pedagang meliputi asongan, lapak dan jasa tumbuh subur di area yang tidak direkomendasikan. Hal ini mengakibatkan fungsi ekonomi tumbuh di zona pelestarian yang secara tidak langsung menambah tekanan yang besar pada Candi Borobudur. Di dalam Rencana Kawasan Strategi Nasional (KSN) Borobudur tahun 2007, Koridor Pramudya Wardani merupakan zona pengembangan perdagangan dimana segala aktifitas dan kegiatan komersil ditempatkan di area ini. Sebagai area penyangga kawasan Candi Borobudur, area ini akan mereduksi kegiatan yang menimbulkan dampak negatif bagi pelestarian kawasan Candi Borobudur. Namun seiring dengan perkembangannya koridor ini kurang berkembang dari segi fisik maupun aktivitasnya. Oleh karena itu diperlukan suatu penelitian yang bertujuan mendapatkan gambaran sejauh mana pengaruh setting fisik terhadap setting aktivitas, faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan kualitas fisik, dan Urban Design Guideline pembentuk ruang jalan yang dapat memenuhi ketentuan peruntukan kawasan bangunan. Penelitian ini menggunakan metode rasionalistik kualitatif yaitu suatu metode penelitian yang berfokus rasionalisme yaitu persepsi individu dalam usaha melihat, memahami dan menyadari bagaimana pengaruh setting fisik terhadap setting aktivitas terhadap peningkatan kualitas ruang jalan Pramudya Wardani. Penelitian ini diawali dengan melakukan observasi atau pengamatan kondisi eksisting ruang jalan Pramudya Wardani berbekal landasan teori Livable Street (Jacob, 1963) dan setting aktivitas (Gehl, 2001). Standar dan kriteria tersebut digunakan untuk melihat faktor-faktor apa saja yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas ruang jalan Pramudya Wardani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas dengan intensitas tinggi yang terjadi pada Koridor Jalan Pramudya Wardani dipengaruhi oleh setting fisik dengan variabel bangunan, setback, street furniture, vegetasi, dan jalur pedestrian.
A significant increase in the number of tourists without constituted by good planning will have a negative impact on tourism. This is what is happening in Borobudur tourism. Borobudur temple in a few years ago included one of the wonders of the world, is no longer included in the list. This is because the UNESCO as the parties to a list, very much regretted the damage done by the people of Indonesia themselves in the largest Buddhist sites in Indonesia (even the world). Inconsistent regulations, board information that is not well ordered, uncontrolled growth of street vendors, a chaotic arrangement of parking, circulation is not clear and visitors an excessive gives burden on the Borobudur Temple. Inconsistent rules cause uncontrolled growth of street vendors in the area Borobudur temple. Street vendors, amounting to 3003 merchants include hawkers, stalls and services thrive in an area not recommended. This matter result economic function growing in the preservation zone, that does not directly increase the pressure on the Borobudur Temple. In the National Strategy Area Plan Borobudur in 2007. Pramudya Wardani Corridor is trade development zone in which all activities and commercial activities located in this area. As a buffer zone area Borobudur Temple, this area will reduce the negative impact of activities for the conservation of the Borobudur Temple. But along with the development of this corridor is less developed in terms of physical as well as activities. Therefore we need a study to get an idea how far influence of physical setting to activity setting, influencing factors the make-up of the quality of physical, and Urban Design Guidelines enclosure forming that can meet the allotment area of the building. This research uses qualitative rationalistic method is a method of research that focuses the rationalism of the individual perception of the effort to see, understand and be aware of how the physical setting influence the activity setting of improving the quality of Pramudya Wardani enclosure. This research begins with observation of the condition of existing enclosure armed with Livable Street Theory (Jacob, 1963) and setting activities (Gehl, 2001). Standards and criteria used to look at the factors that can be used to improve the quality of Pramudya Wardani enclosure. The results showed that high-intensity activity that occurs on the Corridor Pramudya Wardani influenced by the physical setting with variable building, setback, street furniture, vegetation, and pedestrian paths.
Kata Kunci : Peningkatan, Kualitas Ruang Jalan, Setting Fisik, Setting Aktivitas, rasionalistik kualitatif, Livable Street