DINAMIKA PROSES PEMBENTUKAN IDENTITAS SANTRI PADA REMAJA PONDOK PESANTREN SALAFIYAH SYAFI’IYAH SITUBONDO
MOHAMAT HADORI, Prof. Dr. Endang Ekowati
2012 | Tesis | S2 PsikologiPenelitian ini menggunakan metode kualitatif fenomenologi yang bertujuan untuk melihat proses pembentukan identitas santri pada remaja Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Situbondo Jawa Timur yang dalam prosesnya tidak lepas dari dinamika psikologis santri itu sendiri dalam pembentukan identitas dirinya sebagai santri dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Partisipan terdiri dari 4 remaja; 2 remaja masing-masing berusia 16 tahun, 1 remaja berusia 19 tahun, dan 1 remaja berusia 20 tahun. Penelitian ini menggunakan wawancara yang mendalam (in-dept interview) untuk mengumpulkan data dari 4 orang partisipan dan 6 orang informan. Penelitian dengan menggunakan metode kualitatif fenomenologi ada empat proses yang harus dilalui, yaitu epoche, phenomenological reduction, imaginative variation, dan synthesis of meaning. Proses analisis dan interpretasi data meliputi bracketing, horizonalizing, meaning units untuk mendapatkan deskripsi textural, imaginative variation untuk mendapatkan structural description, dan memadukan (composite) deskripsi textural dan structural menjadi satu makna universal yang mewakili partisipan secara keseluruhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para partisipan dalam menjalani proses pembentukan identitas dirinya (self-identity formation) sebagai santri dipengaruhi oleh kepribadian (personality) diri partisipan dalam menyikapi penerapan peraturan pesantren, berbagai aktivitas yang telah diwajibkan, pola pengasuhan (parenting style) kepala asrama, dan keberadaan teman sebaya (peer). Sebagian besar (tiga orang) partisipan dalam menjalani proses pembentukan identitas dirinya (self-identity formation) sebagai santri berada tahap identity moratorium dan sebagian kecil (satu orang) partisipan berada tahap identity achievement.
This study uses a phenomenological qualitative method which aims to see the “santri†identity formation process of adolescent in Salafiyah Syafi'iyah boarding school in Situbondo East Java can not be separated from the psychological phenomenon of the santri’s themselves in the identity formation as a santri and the factors that influence it. Participants consisted of 4 adolescents, 2 adolescents 16 years, 1 adolescent 19 years, and 1 adolescent 20 years of age. This study uses in-depth interview to get data from 4 participants and 6 informants. The study uses fenomenological qualitative method that was pass four process, the epoche, phenomenological reduction, imaginative variation, and synthesis of meaning. Data analysis and interpretation process involves bracketing, horizonalizing, meaning units to get an description textural, imaginative variation to obtain the structural description, and composite textural and structural description, so universal mean representing the participants as a whole. Results showed that participants in undergoing the identity formation process as a santri influenced by the personality of the participants in dealing with the application of islamic boarding school regulations, various activities have been necessary, the parenting style of head of a boarding school, and the presence of peers. Three participants in undergoing the identity formation process as a santri identification phase identity moratorium and one participant is the phase identity achievement
Kata Kunci : santri, remaja, dan pembentukan identitas diri