PENGARUH KONDISI LINGKUNGAN FISIK KERJA, KONDISI INDIVIDUAL KARYAWAN DENGAN STRES KERJA DAN KELELAHAN KERJA KARYAWAN DI PT APAC INTI CORPORA, BAWEN
Bhirowo Herusasongko, Prof. Dr. dr. Adi Heru Sutomo, MSc.D.Comm.Nutr.DLSHTM.PKK
2012 | Tesis | S2 Ilmu LingkunganPenelitian ini dilakukan di Departemen Weaving I PT Apac Inti Corpora dan bertujuan untuk mengkaji stres kerja dan kelelahan kerja karyawan dengan mempertimbangkan faktor – faktor lingkungan (tekanan panas, kenyamanan termal, dan kebisingan lingkungan kerja) dan faktor – faktor individual karyawan (usia, masa kerja, dan status gizi). Kelelahan Kerja diukur dengan Reaction Timer L-77 Lakassidaya. Stres kerja diukur dengan kuesioner alat ukur stres kerja yang diadaptasi dari Wambrauw (2010). Tekanan panas dan kenyamanan termal diukur dengan Questemp 34 Thermal Environment Meter dan Anemometer Lutron AM- 4200. Kebisingan lingkungan kerja diukur dengan Sound Level Meter Lutron SL- 4022. Status gizi diukur dengan microtoa dan timbangan badan. Usia dan masa kerja diukur dengan daftar pertanyaan profil karyawan. Model penelitian adalah model persamaan struktural (SEM) dengan jalur pengaruh langsung dan tidak langsung variabel eksogen dan variabel endogen terhadap variabel endogen. Analisis data dilakukan dengan metode analisis jalur dengan program AMOS 19. Hasil analisis data menunjukkan (1) ada perbedaan kelelahan kerja karyawan yang bekerja pada shift kerja yang berbeda, (2) tidak ada pengaruh langsung tekanan panas dan kenyamanan termal terhadap kelelahan kerja karyawan, (3) ada pengaruh positif langsung kebisingan lingkungan kerja terhadap stres kerja namun tidak ada pengaruh langsung stres kerja terhadap kelelahan kerja, sehingga tidak ada pengaruh tidak langsung kebisingan lingkungan kerja terhadap kelelahan kerja, (4) tidak ada pengaruh langsung usia karyawan terhadap kelelahan kerja, (5) ada pengaruh positif langsung usia karyawan terhadap masa kerja namun tidak ada pengaruh langsung masa kerja terhadap kelelahan kerja sehingga secara tidak langsung, tidak ada pengaruh usia karyawan terhadap kelelahan kerja, (6) dan terakhir ada pengaruh positif dan langsung status gizi terhadap kelelahan kerja.
This research was conducted in Department Weaving I, PT Apac Inti Corpora to study the effects of environmental factors i.e. heat stress, thermal comfort, and occupational noise and individual factors of the workers i.e. age, work duration (expressed in months), and nutrition status on occupational stress and fatigue. Occupational fatigue was measured using Reaction Timer L-77 Lakassidaya. Occupational stress was measured using questionnaire adapted from Wambrauw (2010). Heat stress and thermal comfort were measured using Questemp 34 Thermal Environment Meter and Lutron AM-4200 Anemometer. Occupational noise level was measured using Lutron SL-4022 Sound Level Meter. Nutrition status was measured using microtoise and body weight scale. Age and work duration was obtained using a personal profile form filled in by each worker. This research employed Structural Equation Modeling (SEM) consisted of direct and indirect effects of exogenous and endogenous variables on endogenous variables. Data analysis was conducted using AMOS 19 software. Data analysis showed that (1) different level of fatigue was indicated on workers working in different work shifts, (2) there was no direct effects of heat stress and thermal comfort on occupational fatigue, (3) there was a positive direct effect of occupational noise on workers stress but there was no indication that the stress itself has a direct effect on occupational fatigue, thus preventing the indirect effect of occupational noise on occupational fatigue, (4) there was no direct effect of the age of the workers on occupational fatigue, (5) there was a positive direct effect of the workers age on work duration, but the work duration itself did not exhibit any effect on occupational fatigue so therefore no indirect effect of workers age on occupational fatigue was found in this research, (6) and finally, there was a positive direct effect of nutrition status on occupational fatigue.
Kata Kunci : kelelahan kerja, tekanan panas, kenyamanan termal, kebisingan lingkungan kerja, usia karyawan