Laporkan Masalah

POST-MERGER FINANCIAL AND STOCK PERFORMANCE ANALYSIS

Vijayanti Satyaningsih, Prof. Dr. Zaki Baridwan, M.Sc., Akt.

2012 | Tesis | S2 Magister Manajemen

Belakangan ini ada fenomena dalam dunia bisnis yaitu sebuah cara untuk memperluas kegiatan usaha dengan melakukan penggabungan usaha. Penelitian ini berfokus pada salah satu kombinasi bisnis yaitu merger. Merger adalah kombinasi dari dua (atau lebih) perusahaan di mana satu perusahaan bertahan di bawah namanya sendiri sementara yang lain berhenti sebagai badan hukum. Alasan umum untuk melakukan merger adalah untuk mendapatkan sinergi antara perusahaan yang mengakuisisi dan perusahaan yang diakuisisi. Meskipun banyak nilai-nilai yang bisa diperoleh dalam kegiatan merger, seperti untuk mengatasi masalah keuangan, mengekspos peluang strategis dan meningkatkan efisiensi operasional, kegiatan ini juga rentan untuk gagal. Penyebab kegagalan ini mencakup kompensasi bagi manajer, budaya perusahaan dan kejelasan nasib karyawan pasca-merger. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh merger dalam kinerja perusahaan dan kesejahteraan pemegang saham. Penelitian ini menggunakan data yaitu lima rasio keuangan (current ratio, total assets turnover ratio, debt ratio, return on equity and price per earnings ratio) untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan dan harga saham untuk mengukur kinerja saham dari tahun 1998 sampai 2008. Total sampel adalah 10 perusahaan, berdasarkan kriteria non-keuangan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan bergabung dalam periode 2000-2008. Uji t-test untuk sampel berpasangan, digunakan baik untuk analisis kinerja keuangan dan saham guna membandingkan rata-rata variabel pada sebelum dan setelah merger. Sebagai hasilnya, kinerja keuangan dalam dua tahun sebelum dan dua tahun setelah merger tidak berbeda signifikan secara statistik. Hasil lainnya, abnormal return dari harga saham selama periode jendela, dalam 45 hari sebelum dan 45 hari setelah merger secara statistik berbeda signifikan. Dari hasil analisis, dapat disimpulkan merger yang tidak memiliki pengaruh positif terhadap kinerja keuangan dan saham. Hal ini disebabkan karena perusahaan tidak memperhatikan aspek-aspek yang dapat menyebabkan kegagalan merger.

Today’s, there is a phenomenon in business world, a way to expand business activities by doing business combination. This research is focusing on one of business combinations which is merger. Merger is a combination of two (or more) firms in which one firm survives under its own name while the other ceases as a legal entity. The general reason for conducting merger is to gain synergy between acquiring company and target company. Despite of its many values that can be obtained by merger activity, such as to overcome financial problem, expose strategic opportunities and improve operational efficiency, this activity is also vulnerable to fail. The causes of these failures include compensation for managers, corporate culture and clarity of the fate of employees post-merger. The objective of this research is to determine the effect of merger in company performance and the shareholders’ welfare. This research used data for five financial ratios (current ratio, total assets turnover ratio, debt ratio, return on equity and price per earnings ratio) to measure the company’s financial performance and stock price to measure the share performance from year 1998 until 2008. The total sample is 10 companies, based on criteria the non-financial companies that listed in Indonesia Stock Exchange and merged in period 2000-2008. The t-test of paired two samples means, both for financial and stock performance analysis will be used to compare means the variables at before and after merger. As the result, financial performances in two years before and two years after merger are not statistically significant different. The other results, abnormal return during windows period, in 45 days before and 45 days after merger are statistically significant different between stock performance before and after merger. From the analysis, it can be conclude that merger does not have positive influence to the financial and stock performance. This is because companies do not pay attention to the aspects that can cause failure of the merger.

Kata Kunci : merger, rasio keuangan, kinerja perusahaan, abnormal return, kenerja perusahaan, aspek kegagalan merger


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.