Laporkan Masalah

Strategi Pengelolaan Aset sebagai Persiapan Dana Kebutuhan

Meriel Destrie Puspasari, Prof. Dr. Eduardus Tandelilin, MBA, CWM

2012 | Tesis | S2 Magister Manajemen

Pendapatan klien rendah jika dilihat persentase pengeluaran dibandingkan pendapatan. Padahal, pendapatan yang diterima klien sebagian besar adalah hasil usaha yang sangat tidak menentu tergantung kondisi usaha. Melalui skenario yang dibuat penulis membentuk persiapan dana yang dapat dialokasikan untuk dana cadangan dan persiapan dana apabila terjadi pengurangan pendapatan. Sebagai persiapan dana pensiun klien, investasi yang digunakan adalah dalam bentuk logam mulia. Instrumen investasi yang digunakan dalam persiapan dana cadangan adalah instrumen investasi yang likuid. Pengalokasian dana cadangan pada skenario I dengan jumlah dana cadangan sebesar Rp754.747.350 akan menghasilkan peningkatan retun senilai Rp 40.376.015 atau 4,78 % dari keseluruhan dana cadangan. Sedangkan, skenario II memperoleh peningkatan senilai Rp 42.733.965 atau sebesar 5,09%. Bisa dikatakan nilai peningkatan pada skenario II lebih tinggi dari Skenario I. Tujuan pengalokasian dana cadangan ini adalah bukan mendapatkan peningkatan dana tetapi memperkecil risiko yang akan ditanggung klien akibat inflasi. Pertumbuhan net worth pada tahun mendatang tanpa mengunakan skenario menghasilkan pertumbuhan sebesar Rp 484.506.513, sedangkan jika menggunakan skenario I sebesar Rp 950.564.530, dan skenario II sebesar Rp1.208.355.480. Hasil tersebut menunjukan bahwa skenario II memberikan pertumbuhan net worth tertinggi. Dari nilai laporan aliran kas pada periode 2010 hingga 2011, klien memiliki arus kas bersih sebesar Rp 34.405.000. Dalam periode yang sama, klien memiliki arus kas bersih sebesar Rp 571.700.810 dengan skenario 1 dan Rp 293.174.810 dengan skenario 2. Berdasarkan perhitungan menunjukkan bahwa dengan skenario I aliran kas bersih mengalami peningkatan tertinggi.

Client’s income is relatively low in percentage compared to the income. In fact, Client’s income is mostly from business venture which is highly uncertain. Through the prepared scenarios, the researcher prepares necessary fund which can be allocated to spare fund and preparation fund when the income level decreases. For Client’s pension fund, the chosen investment instrument is gold. Investment instrument used on preparing spare fund is liquid investment instrument. Fund allocation on scenario I with total spare fund of Rp754,747,350 will increase return of Rp 40,376,015 or 4.78% of all spare fund, while scenario 2 results increase of Rp42,733,946 or 5.09%. I t can be inferred that scenario 2 provides higher return compared to scenario 1. The aim of managing this spare fund is not to increase the fund, but to minimize risks faced by the client as a result of inflation. The growth of net worth on the next years without implementing scenarios is Rp484,506,513, whereas with scenario 1 is Rp950,564,530 and with scenario 2 is Rp1,208,355,480. This shows that scenario 2 provide the highest growth of net worth. Comparing the cash flow statement for the period of 2010 to 2011, the client has Rp34,405,000 of net cash flow. For the same period, the client will be able to have Rp571,700,810 of net cash flow after implementing scenario 1 or Rp293,174,810 with scenario 2. Based on the calculation, scenario 1 provides the highest increase on net cash flow.

Kata Kunci : dana cadangan, skenario, strategi pengelolaan aset, persiapan dana kebutuhan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.