Laporkan Masalah

KAJIAN DAMPAK BENCANA LAHAR DINGIN PASCA LETUSAN GUNUNGAPI MERAPI TERHADAP KETAHANAN SOSIAL EKONOMI (Studi Kasus Desa Jumoyo, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah)

Diah Arifika, Prof. Dr. H.A. Sudibyakto, M.S

2012 | Tesis | S2 Ketahanan Nasional

Tanggal 5 Desember 2011 merupakan awal terjadinya bencana lahar dingin yang menerjang Dusun Gempol, Desa Jumoyo. Bencana tersebut menyebabkan rusaknya penggunaan lahan yang sebagian besar diperuntukkan sebagai kawasan permukiman, pertanian, perikanan dan tempat usaha. Salah satu fenomena yang terjadi akibat bencana tersebut adalah berpindahnya 157 kk warga Dusun Gempol ke Hunian Sementara (Huntara) semenjak April 2011. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini yaitu (1) Mengetahui perubahan kesejahteraan rumah tangga korban bencana lahar dingin (2) Mengetahui implikasi perubahan kesejahteraan terhadap ketahanan sosial ekonomi masyarakat Dusun Gempol. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey, dengan cara wawancara langsung respoden menggunakan kuisioner sebagai alat pengumpul data tentang perubahan kesejahteraan sebelum dan sesudah bencana lahar dingin. Penentuan responden dalam penelitian ini diperoleh dengan metode random sampling. Responden yang menjadi sampel dalam penelitian ini yaitu kepala keluarga warga Dusun Gempol, dengan jumlah sampel sebanyak 50 responden. Dari hasil penelitian diketahu terjadinya perubahan kesejahteraan masyarakat. Penurunan kondisi ekonomi ditandai dengan perubahan mata pencaharian sebelum bencana mayoritas penduduk (42% responden) bekerja sebagai buruh tani, sesudah bencana mayoritas penduduk (38% responden) bekerja sebagai buruh pasir, pendapatan berkurang sebelum bencana 64% responden berpendapatan > Rp 500.000,- sesudah bencana 56% responden berpendapatan < Rp 500.000,- pengeluaran berkurang sebelum bencana 44% responden mempunyai jumlah pengeluaran >Rp 500.000,- sesudah bencana pengeluaran 84% responden < Rp 500.000,-. Perubahan kondisi sosial ditandai dengan kualitas kesehatan menurun, prestasi pendidikan menurun dan interaksi sosial melemah. Penurunan kesejahteraan ini berimplikasi terhadap ketahanan sosial ekonomi masyarakat korban bencana yang rendah selama tinggal di Huntara.

On december 5, 2011, it was the beginning of the lahar disaster which hitting Gempol area of Jumoyo Village. The disaster led to the destruction mostly land use designated as residential areas, agriculture, fisheries and business sites. As result of the disaster was about 157 families were relocated from Gempol area to temporary shelter (Huntara) since April 2011. The objectives of this study were (1) to determine the changes of victims' welfare caused by the lahar disaster (2) to determine implications of the welfare changes in socio-economic resilience of the Gempol community. The used method was survey, by direct interview toward respondents through questionnaire as a means of collecting data on the welfare changes pre- and post- lahar disaster. The determination of the respondents in the study was obtained by random sampling method. Respondents sampled in this study were the head of the family on Gempol village totaled 50 respondents. From the research results, it was occurred a welfare change. Declining of economic conditions was characterized by changes of livelihoods. On predisaster, the majority of population (42% of respondents) worked as farm-laborer, and post-disaster, about 38% respondents worked as sand-laborer, on pre-disaster, about 64% respondents had income> Rp 500.000,00 and after-disaster, 56% respondents had income Rp 500.000,00 and after-disaster, about 84% respondents had expenditure

Kata Kunci : Bencana lahar dingin, perubahan kesejahteraan, ketahanan sosial ekonomi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.