Laporkan Masalah

HUBUNGAN ANTARA STRUKTUR KEPEMILIKAN DAN PRICE TO BOOK VALUES Studi Empiris pada Industri Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia

Citra Wulan Ratri, Prof. Dr. Marwan Asri S., MBA

2012 | Tesis | S2 Magister Manajemen

Struktur kepemilikan merupakan salah satu mekanisme corporate governance yang dapat menyebabkan timbulnya agency cost (Jensen dan Meckling, 1976). La Porta et al. (1998 dan 2000) menyatakan bahwa struktur kepemilikan yang terkonsentrasi terjadi di negara-negara dengan tingkat corporate governance yang rendah. Agency problem yang timbul karena struktur kepemilikan yang terkonsentrasi dapat memberikan pengaruh terhadap price to book value (PBV) yang mencerminkan nilai perusahaan. Penelitian yang dilakukan oleh Miguel et al., (2004) di Spanyol menunjukkan bahwa hubungan antara struktur kepemilikan dan nilai perusahaan bersifat kuadratik; nilai perusahaan meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi kepemilikan sampai level tertentu, kemudian menurun. Hal ini berbeda dengan hasil penelitian di negara yang kepemilikan saham publiknya tersebar yaitu Amerika Serikat, Inggris, Jerman, dan Jepang yang menunjukkan perubahan secara linear. Perusahaan publik di Spanyol memiliki struktur kepemilikan yang sangat terkonsentrasi, sama dengan perusahaan publik di Indonesia. Penelitian ini dilakukan menggunakan model penelitian seperti yang digunakan di Spanyol dengan beberapa modifikasi, disesuaikan dengan ketersediaan data di Indonesia. Melalui penelitian ini kita dapat melihat pola hubungan antara struktur kepemilikan dengan nilai perusahaan yang tercermin dalam price to book value di Indonesia, apakah pola tersebut sama dengan pola yang terjadi di Spanyol atau tidak. Penelitian ini dilakukan dengan sampel perusahaan-perusahaan di Indonesia yang bergerak di industri manufaktur. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa struktur kepemilikan perusahaan manufaktur di Indonesia tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap nilai perusahaan (price to book value). Hasil penelitian ini berbeda dengan hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan di Spanyol.

Ownership structure as one of corporate governance mechanism influencing the scope of a firm’s agency costs (Jensen dan Meckling, 1976). La Porta et al. (1998 dan 2000) states that the concentrated ownership structure happens in such countries with low levels of corporate governance. Agency problem that arises because of concentrated ownership structure may give influence to price to book value (PBV) that reflects the firm value. The research done by Miguel et al., (2004) in Spain shows that the relationship between ownership structure and firm value is quadratic; firm value is increasing as the ownership concentration increase to a certain level, and then decreasing. This is go against the research's result in countries with dispersed common stocks ownership, such as United States, England, Germany, and Japan that shows linear changes. Public companies in Spain have a very concentrated ownership structure, similar to public companies in Indonesia. This research was conducted by using the research model used in Spain with some modifications, adjusted to data availability in Indonesia. Through this research we can see the relationship model between ownership structure and firm value that is reflected in price to book value in Indonesia, whether the model similar with the model happened in Spain or not. This research was done with sampling taken from companies in Indonesia which engaged in the manufacture industry. The result of this research shows that the ownership structure of manufacturing companies in Indonesia is not giving significant influences to the company's value (price to book values). This research resulting different compare to the previous research done in Spain.

Kata Kunci : struktur kepemilikan, nilai perusahaan, price to book value, perusahaan manufaktur


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.