ANALISIS KINERJA JARINGAN PIPA SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM (STUDI KASUS PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM TIRTA KANDILO KABUPATEN PASER)
ABDHY FERMANA, Prof. Dr. Ir. Radianta Triatmadja
2012 | Tesis | S2 Mag.Pengl.Sumberdaya AirSistem penyediaan air minum di Kabupaten Paser khususnya di kota Tanah Grogot dilaksanakan oleh PDAM Tirta Kandilo. Penggunaan 2 kali pemompaan pada jaringan produksi dan distribusi tidak efisien hingga menyebabkan besarnya biaya operasi dan menjadi salah satu penyebab PDAM dalam kondisi merugi. Pompa produksi dioperasikan dengan head dan debit yang tinggi. Pada jaringan distribusi, tangki dan pipa gravitasi tidak optimal untuk mengalirkan air dengan tekanan yang cukup pada seluruh wilayah pelayanan. Untuk membantu menaikkan tinggi tekanan pada daerah pelayanan maka pompa harus dioperasikan. Penelitian ini merupakan studi kasus pada sistem jaringan PDAM Tirta Kandilo di kota Tanah Grogot. Analisa sistem jaringan eksisting akan dilakukan melalui simulasi dan membuat skenario optimalisasi serta melakukan analisa ekonomi terhadap investasi yang dikeluarkan. Simulasi akan dilakukan dengan menggunakan program WaterNet 2.2 pada jaringan pipa eksisting. Kalibrasi data produksi dan distribusi akan dilakukan sehingga hasil simulasi dapat menggambarkan kondisi nyata dilapangan dan permasalahan yang terjadi. Untuk memecahkan masalah dan mendapatkan kondisi yang optimal, skenario optimalisasi akan dilakukan dengan mengganti pipa dengan jenis dan panjang yang berbeda. Selain itu operasi pompa dan jaringan pipa distribusi akan diatur. Analisa ekonomi akan dilakukan terhadap skenario optimalisasi terpilih dengan metode Benefit Cost Ratio (BCR) dan Net Present Value (NPV). Hasil simulasi jaringan pipa eksisting menunjukkan terjadi kehilangan air pada pipa transmisi air baku sebesar 75,7 ld/t. Tinggi tekanan relatif sebesar 4,34 mH2O terjadi pada node 29 saat jam puncak. Biaya operasi pompa produksi dan distribusi sangat besar yaitu Rp. 1.406.173.925,34/tahun. Pada skenario kedelapan optimalisasi jaringan pipa dilakukan dengan mengganti pipa transmisi air baku 0,4 m sepanjang 11.000 m. Pada jaringan distribusi pipa nomor 34 diganti menjadi 0,1 m, kapasitas pompa distribusi dikurangi menjadi head 30 m dan debit 50 l/dt. Katup PCV dipasang diantara node 12 dan 13 untuk membatasi debit air. Hasil simulasi menunjukkan kehilangan air pada pipa transmisi air baku berkurang sebesar 71,91 l/dt. Pompa produksi beroperasi dengan head 59,85 m dan debit 122,24 l/dt serta efisiensi sebesar 44,75%. Pompa distribusi beroperasi pada head 19,1 m dan debit 72,43 l/dt serta efisiensi 52,57%. Total biaya operasi pompa produksi dan distribusi dapat dihemat sebesar Rp. 602.426.970,43/tahun. Dengan kenaikan tarif 35% dan bunga 12%, analisa ekonomi pada skenario kedelapan layak dilaksanakan dengan nilai BCR sebesar 1,08, sedangkan nilai NPV adalah Rp. 6.621.733.033,06 (positif).
Drinking Water Suply System in Paser Regency especially in Tanah Grogot city implemented by PDAM Tirta Kandilo. Usage of 2 times pumping is inefficient at network produce and distribution so causing level of operating is more expensives and one of reason PDAM in condition of losing. Production pump is operated with a high head and discharge. At distribution network, tank and gravitation pipe is not optimal to drain the water with enaough pressure on the entire service area. To help increase of pressure on service area pump should be operated. This research is case study at network system of PDAM Tirta Kandilo in Tanah Grogot city. Analysis of existing network system will be done through simulation and makes optimize scenario and does economic analysis to invesment released. Simulation will be done by using program WaterNet 2.2 in the existing pipeline network. Data of produce and distribution will be calibrated so that result of simulation can depict condition of reality field and problems happened. To solve the problem and gets optimal condition, the optimization scenario will be done by changing pipe with different type and lengths. In addition the operation of pumps and distribution pipelines will be arranged. Economic analysis will be done on the selected optimization scenario by the method of Benefit Cost Ratio (BCR) and Net Present Value (NPV). Result of simulation on existing pipe network shows happened losing of water at water transmission pipeline is 75,7 l/dt. Relative energy head is 4,34 mH2O happened at node 29 when peak hour. Total costs of pumps operation is very big that is Rp. 1.406.173.925,34/year. At eighth scenario pipe network optimization is done by replacing the raw water transmission pipeline 0,4 m along the 11.000 m. At distribution network of number pipe 34 changed to become 0,1 m, distribution pump capacities reduced to head 30 m and discharge 50 l/dt. PCV valve is installed between node 12 and 13 to restrict the flow of water. Result of simulation shows a loss of water in the raw water transmission pipeline decreased 71,9l/dt. Production pumps operated on head 59,85 m and discharge 122,24 l/dt and efficiency equal to 44,75%. Distribution pump operated on head 19,1 m and discharge 72,43 l/dt and efficiency 52,57%. Operating costs of production and distribution pump can be saved Rp. 602.426.970,43/year. With increase of the price of 35% and 12% of interest, the economic analysis of the eight scenario it is good to executed with BCR value is 1,08 and NPV value is Rp. 6.621.733.033,06 (positive)
Kata Kunci : jaringan pipa, simulasi WaterNet, optimalisasi.