Laporkan Masalah

PENGURANGAN RISIKO GEMPABUMI MELALUI EVALUASI BANGUNAN TEMPAT TINGGAL DAN LINGKUNGANNYA DI KECAMATAN PLERET KABUPATEN BANTUL

ADITYA SAPUTRA, Prof. Dr. Junun Sartohadi, M.Sc.

2012 | Tesis | S2 Geo-Informasi untuk Manajemen Bencana

Kecamatan Pleret merupakan salah satu daerah yang rawan gempabumi. Tingginya kerawanan di wilayah tersebut sering diasosiasikan dengan keberadaan sistem Sesar Opak di bagian Timur Kecamatan Pleret yang memilik orientasi baratdaya-timurlaut. Terbukti pada gempabumi 27 Mei 2006, wilayah-wilayah di sepanjang Sesar Opak ini mengalami kerusakan yang sangat parah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi risiko gempabumi melalui identifikasi karakteristik bahaya, kerentanan bangunan tempat tinggal, dan kapasitas masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah integrasi antara penginderaan jauh, sistem informasi geografis, dan observasi di lapangan. Penilaian bahaya dalam penelitian ini merupakan perpaduan antara informasi geologi yang didapat dari intepretasi citra ASTER dengan nilai indek seismik pada setiap satuan litologi. Penilaian kerentanan bangunan dilakukan dengan observasi lapangan berdasarkan prosedur rapid visual screening of building for potential seismic hazard yang dikembangkan oleh FEMA. Penilaian kapasitas masyarakat dilakukan secara semi-kualitatif terhadap variabel kesadaran dan kesiapsiagaan yang didapatkan melalui proses wawancara. Nilai indek seismik pada setiap satuan litologi di daerah penelitian sangat dipengaruhi oleh jenis material permukaannya. Material permukaan yang bersifat kompak cenderung memiliki nilai indek seismik yang rendah. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa satuan litologi Endapan Merapi Muda memiliki indek seismik yang tinggi berkisar antara 7,0 – 13,8. Endapan Aluviual rombakan material Formasi Semilir dan Nglanggran memiliki indek seismik yang sedang berkisar antara 2,1 – 3,8. Formasi Semilir dan Nglanggran yang merupakan batuan kompak memiliki indek seismik yang rendah yaitu tidak lebih dari 1. Struktur bangunan di Kecamatan Pleret didominasi oleh pasangan batu bata diperkuat dengan diafragma flexibel (RM2) yang memiliki tingkat kerentanan rendah yaitu diatas nilai 1,75 yang merupakan nilai batas kerentanan yang ditetapkan oleh FEMA. Kapasitas masyarakat Kecamatan Pleret tergolong masih rendah. Hal ini dikarenakan tidak adanya persiapan untuk menghadapi gempabumi. Kondisi inilah yang menyebabkan tingkat risiko pada unit bangunan di Kecamatan Pleret mayoritas sedang. Upaya pengurangan risiko dengan menitikberatkan pada peningkatan kapasitas terutama aspek kesiapsiagaan dapat efektif meredam risiko gempabumi yang mungkin akan terjadi.

Pleret sub-district is one of the earthquake prone area. The high vulnerability of this region is often associated with the presence of Opak fault system in the eastern part of this sub-district, which is oriented southwest-northeast. Proved, in the event of May 27, 2006 Yogyakarta earthquake, areas along this Opak fault was badly damaged. This research was conducted to determine the earthquake risk condition through identification of hazard characteristic, residential building vulnerability, and social capacity. The method used in this research was integration between remote sensing, geographic information system, and field observation. Hazard assessment in this research is combination between geological information obtained from ASTER sattelite imagery intepretation with the value of seismic index on each lithological unit. Building vulnerability assessment was conducted by field observation using rapid visual screening of building for potential sesimic hazard procedure developed by FEMA. Social capacity assessment in this research are using semi-qualitative method toward awareness and preparedness variables which are obtained from intervew processes. Seismic index value on each lithologycal unit in study area are highly dependent on surface material type. The compact material of surface type tend to have low seismic index value. Based on the result, it can conclude that lithology unit of recent Merapi material deposit have high seismic index ranged from 7.0 – 13.8. Aluvial deposits from denudation material of Semilir and Nglanggran Formation have moderate seismic index ranged from 2.1 – 3.8. Semilir and Nglanggran Formation which are solid rock have low seismic index i.e not more than 1. Building structure in the Pleret sub-district are dominated by Reinforced masonry buildings with rigid floor and roof diaphragms (RM2) which have low level of vulnerability i.e. above the value of 1.75 which is defined as the limit of vulnerability by FEMA. The social capacity of Pleret sub-district are still low due to lack of preparedness to cope with eartquake hazard. This condition lead the level of risk in building unit become mostly moderate. Risk reduction effort which is emphasize on rising the capacity particularly on preparedness aspect could effectively reduce the earthquake risk that might be occurred.

Kata Kunci : indek seismik, kerentanan, kapasitas, dan risiko.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.