STRATEGI PENGALOKASIAN ASET DALAM RANGKA OPTIMALISASI PERTUMBUHAN KEKAYAAN PADA MASA TRANSISI BAPAK KUSHENDY
Aulia Gema Fahmi, Prof. Dr. Eduardus Tandelilin, M.B.A., CWM
2012 | Tesis | S2 Magister ManajemenThesis ini merupakan studi kasus yang membahas pengelolaan kekayaan bapak Kushendy yang telah memasuki usia masa transisi yaitu umur 51 tahun. Pada masa ini klien belum memaksimalkan perencanaan pensiun dan kebutuhan masa depan untuk anak-anak klien berupa dana pendidikan dan pernikahan. Pengelolaan kekayaan pada saat ini berfokus pada alokasi aset berupa aset fisik, terutama pada aset berbentuk tanah ataupun rumah. Pengalokasian aset yang dilakukan saat ini dirasa kurang optimal untuk pertumbuhan kekayaan klien dan menimbulkan risiko likuiditas yang tinggi sehingga diperlukan pengalokasian ulang yang juga memikirkan perencanaan untuk masa depan klien dan anakanaknya. Pengelolaan kekayaan harus didasarkan pada toleransi klien terhadap risiko. Pada thesis ini klien memiliki toleransi risiko pada tingkat moderat, sehingga dibuat rekomendasi rancangan skenario investasi yang sesuai dengan toleransi risiko klien dan umur klien yang telah masuk pada masa transisi. Maka dari itu dirancang dua skenario perencanaan investasi, yang modalnya berasal dari penjualan aset. Skenario satu dirancang memiliki return lebih rendah daripada skenario dua. Pada Skenario satu akan meningkatkan kekayaan klien menjadi sebesar Rp18.154.593.700,00 dan pada skenario dua akan meningkatkan kekayaan klien menjadi sebesar Rp18.481.152.100,00. Dari sisi arus kas bersih, skenario dua menghasilkan arus kas bersih lebih besar dibanding skenario satu.
This thesis is a case study that discusses the management of wealth of Mr.Kushendy who has entered the transition period of 51 years of age. At this time the client has not maximize his retirement planning and future needs for children's education and marriage funds. Wealth management at this time focused on asset allocation in the form of physical assets, particularly in the form of land or house assets. Asset allocation that is done currently is less optimal for the growth of client wealth and high liquidity risk that the necessary reallocation also considers about planning for future of the client and his children. Wealth management is based on client tolerance towards risk in this thesis. The client has a moderate level of risk tolerance, so that the draft recommendation was made that the investment scenario is in accordance with the client's risk tolerance and age of client who have entered the transition stage. Therefore, two scenarios were made on investment planning, the capital of which came from asset sales. Scenario one is designed to have a lower return than scenario two. In scenario one, it would increase the wealth of client to be as much as Rp18.154.593.700, 00 and in scenario two, it will increase the wealth of the client into Rp18.481.152.100, 00. In terms of net cash flows, scenario two generate net cash flows greater than scenario one.
Kata Kunci : HNWI, Masa Transisi, Optimalisasi Kekayaan, Pensiun, Dana Pendidikan.