Laporkan Masalah

PENYELESAIAN WANPRESTASI DALAM PELAKSANAAN PERJANJIAN ANTARA PT.PLN (Persero) DENGAN PELANGGAN DALAM PENGGUNAAN TENAGA LISTRIK DI KABUPATEN MAROS

MONALISA, Dr. Ari Hernawan, S.H, M.Hum

2012 | Tesis | S2 Magister Kenotariatan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara penyelesaian yang ditempuh oleh PLN dalam hal pelanggan melakukan wanprestasi. Dan upaya yang dilakukan oleh pelanggan yang dirugikan akibat pelayanan PLN. Penelitian dilakukan di lokasi PLN (Persero) Ranting Maros, kabupaten Maros. Penelitian ini bersifat yuridis empiris yang mengandalkan data primer sebagai sumber data utama. Penelitian kepustakaan juga dilakukan untuk mendukung data lapangan. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara langsung dengan responden maupun narasumber. Analisis dilakukan secara kualitatif yang disajikan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam hal wanprestasi berupa terlambat melakukan pembayaran yang dilakukan oleh pelanggan PLN (Persero) tidakakanlangsungmemutusaliranlistrikpelanggannya. PLN masih memberikan waktu kepada pelanggannya untuk berprestasi. Pemutusan langsung dilakukan oleh PLN (Persero) dalam hal pelanggan melakukan pencurian listrik.Upaya yang dilakukan oleh pelanggan dalam hal kerugian yang diakibatkanolehpelayanan PLN adalahdenganmelaporkannyalangsungpada PLN, namun selalu mendapatkan respon yang kurang baik. Pelanggan lalu mengadukan hal tersebut kepada YLKI, dimana YLKI merupakan lembaga perlindungan konsumen yang memiliki andil yang besar dalam memperjuangkan terwujudnya perlindungan terhadap hak-hak pelanggan. Disamping itu keberadaan notaris memberi arti penting dalam hal pembuatan perjanjian agar memenuhi kaidah hukum perjanjian seperti asas hukum perjanjian dan syara dalam perjanjian.

This study aims to determine how the settlement adopted by PLN in terms of customers in default. And efforts made by customers who are disadvantaged due to PLN service Maros Branch. The study was conducted at the location of PLN (Limited) Branch Maros Maros regency. This study relies on empirical juridical primary data as the primary data source. The research literature is also made to support the field data. Data was collected through direct interviews with respondents and informants. The analysis was done qualitatively the results are presented descriptively. The results showed that in the event of default undergo a form of late payments made by customers PLN (Ltd) will not immediately cut off the electricity customers. PLN is still giving time to its customers to excel. Termination directly carried out by PLN (Ltd) in terms of subscribers to electricity theft. The efforts made by the customer in terms of losses caused by the PLN service is to report directly to the PLN, but always get a poor response. Subscribers then complained the matter to the YLKI, where YLKI a consumer protection agency that has a big share in the fight for the protection of the rights of customers. Electricity customers are accompanied by YLKI expected to defend and fight for the rights of customers who neglected to make a lawsuit against PLN either through Consumer Dispute Settlement Body (BPSK) and in the courts through a class action.

Kata Kunci : perjanjian, wanprestasi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.