HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KESAMAPTAAN JASMANI MILITER TERHADAP KECENDERUNGAN CEMAS PADA SISWA PENERBANG DI SEKOLAH PENERBANG TNI ANGKATAN UDARA LANUD ADISUTJIPTO YOGYAKARTA
WAHYUDI, dr. Cecep Sugeng Kristanto, SpKJ (K)
2012 | Tesis | S2 PsikiatriLatar belakang : Untuk menghasilkan seorang penerbang yang dimiliki oleh TNI Angkatan Udara membutuhkan waktu yang panjang dan biaya yang banyak. Bentuk tekanan, disiplin, pendidikan yang keras dan ketat bagi seorang penerbang selama menempuh pendidikan merupakan keadaan berat yang dialami oleh seorang penerbang. Padatnya jadwal kegiatan pendidikan, tuntutan prestasi, stresor yang berat karena berisiko kematian bila terjadi kecelakaan pesawat. Kondisi inilah yang membuat siswa penerbang terpapar stresor yang lebih kuat sehingga berpotensi terjadinya kecemasan. Kenyataan dilapangan pada saat seleksi calon penerbang TNI Angkatan Udara, hasil test kesamaptaan jasmani yang diutamakan, sedangkan test kesehatan jiwa seringkali kurang diperhatikan. Karena di kalangan TNI Angkatan Udara sampai saat ini masih banyak yang berpendapat bahwa seorang militer yang test kesamaptaan jasmani militernya baik maka hasil kesehatan jiwanya pasti tidak ada masalah, sehingga hasil test kesehatan jiwa sering diabaikan. Padahal beberapa kasus terjadi saat menjalani pendidikan penerbang, seorang siswa penerbang mengalami masalah prestasi akademik dan mental yang jelek, setelah ditelusuri ternyata hasil tes kesamaptaan jasmani militernya memang baik tetapi hasil test kesehatan jiwanya buruk. Akibatnya negara rugi karena harus memecat siswa penerbang yang bermasalah tersebut. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan antara tingkat kesamaptaan jasmani militer terhadap kecenderungan cemas pada siswa penerbang. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental yang bersifat observasional menggunakan rancangan cross-sectional yang bersifat deskriptif analitik. Populasi pada penelitian ini adalah siswa penerbang di sekolah penerbang TNI Angkatan Udara Lanud Adisutjipto Yogyakarta, sampel diambil dari seluruh populasi yang memenuhi kriteria inklusi. Pengukuran cemas menggunakan TMAS (Taylor Manifest Anxiety Scale), sedangkan nilai kesamaptaan jasmani militer diambil secara langsung test di lapangan. Uji analisis statistik yang digunakan adalah Tes Chi-Square dan analisis multiple regresi. Hasil : Tidak terdapat hubungan bermakna antara nilai kesamaptaan jasmani militer terhadap kecenderungan cemas pada siswa penerbang di sekolah penerbang TNI Angkatan Udara Lanud Adisutjipto Yogyakarta (p>0,05). Faktor stresor psikososial berperan dalam munculnya kecenderungan cemas pada siswa penerbang.
Background: It is take long time and high cost to generate a pilot for Indonesia Air Corps. Various pressure, discipline and hard fast education during completing education are heavy situation that experiences by pilot. Tight education schedule, performance requirement, intense stressor since death become the consequence if thus lead to stressor. In reality, physical test. Since, in Air Corps today, many remain stated that if prepared-military physical test is good then his/her psychological test frequently ignored. Even though several cases take place a prepared-pilot suffered mentally stress and decreases performance during education while his/her physical test is good and mental test poor. Therefore, state is the one who bear loss since discharged problematic pilot-candidate. Objective: Identify association between prepared-military physical level and stress liability on pilot-candidate. Methods: This is observational non-experimental research using cross-sectional design with descriptive analytic. Research subjects are pilot student in pilot academy population who meets inclusion criteria. Stress is measured using TMAS (Taylor Manifest Anxiety Scale), while prepared-military physical rate is gained directly from filed test. Multiple regression and Chi-Square Test are used as statistical analysis. Result: There is no meaningful association between prepared-military physical rate and stress liability on pilot student in pilot academy Indonesia Air Corps of Lanud Adisutjipto Yogyakarta (p>0,05). Psycho-social stressor play role in triggering tress on pilot-student
Kata Kunci : Kesamaptaan jasmani militer, siswa penerbang, cemas