Laporkan Masalah

ANALISIS PARA PIHAK (STAKEHOLDER ANALYSIS) DALAM PENGELOLAAN JASA LINGKUNGAN HIDUP KASUS PADA EKOSISTEM GUNUNGAPI LAWU DI KABUPATEN KARANGANYAR PROVINSI JAWA TENGAH

GALIH JATI KUSUMO, S.HUT, Dr. Su Ritohardoyo, M.A

2012 | Tesis | S2 Magister Pengelolaan Lingkungan

Pemanfaatan sumberdaya dengan cara-cara yang melampaui potensi pemulihan alami akan mempengaruh ketersediaan jasa lingkungan di masa mendatang. Pemanfaatan lereng Gunungapi Lawu sebagai kawasan kehutanan, penghasil sumber air, dan pariwisata memungkinkan imbal jasa lingkungan kehutanan, sumber mata air, dan jasa lingkungan pariwisata untuk diterapkan. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengidentifikasi kondisi aktual potensi jasa lingkungan, kelembagaan dan kebijakan pengelolaan jasa lingkungan, (2) Menganalisis lembaga pengelola jasa lingkungan, (3) Mengidentifikasi kebijakan pengelolaan jasa lingkungan, dan (4) Menyusun strategi pengelolaan jasa lingkungan Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan didukung oleh data yang ada, meliputi: wawancara, dokumentasi, peta, dan tabel. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara purposive sampling. Model analisis yang digunakan dalam analisis parapihak dalam analisis pengelolaan jasa lingkungan Gunungapi Lawu ini adalah analisis parapihak (stakeholders analysis). Berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa Potensi jasa lingkungan lereng Gunungapi Lawu di Kabupaten Karanganyar, antara lain: potensi sumberdaya hutan seluas 8.008,02 ha, potensi sumberdaya wisata: Komplek wisata Tawangmangu, Hutan Grojogan Sewu, Air Terjun Parang Ijo dan Jumog, serta Taman Hutan Raya Ngargoyoso, dan potensi Sumberdaya air sebanyak 33 buah mata air. Pengelolaan sumberdaya hutan dilakukan oleh Perum Perhutani pada hutan negara dan hutan rakyat dikelola oleh masyarakat, pengelolaan sumberdaya air oleh PDAM, PT.ULTRA, dan swadaya masyarakat, Objek wisata Grojogan Sewu dikelola oleh PT. Duta Indonesia Jaya, dan objek wisata Air Terjun Parang Ijo serta Jumog dilakukan oleh masyarakat setempat. Strategi pengelolaan jasa lingkungan disintesiskan kedalam bentuk intervensi strategis yang meliputi: peningkatan kapasitas, pengembangan mekanisme imbal jasa lingkungan,, dan penyiapan dukungan kebijakan. Tiga hal utama yang harus ada dalam kebijakan pengelolaan jasa lingkungan adalah mengenai pengaturan obyek imbal jasa, kelembagaan, mekanisme distribusi dan kewajiban pemanfaat untuk memberikan imbal dari jasa lingkungan yang dimanfaatkannya.

The excessive use of resources beyond their natural recovery potential will influence the availability of environment serve in the future. The use of slope of Lawu Vulcano as forest area, water holding area and tourism area enables the environment to provide environment services for springs and tourism environment. Therefore, the study aims at: (1) identifying actual condition, institution and management policies of the environmental services, (2) analyzing management institution of the environmental services, (3) diagnosing management policies of the environmental services, and (4) To establishing the management startegies in the environmental services. It employs descriptive and qualitative method. The data is collected using interview, documentation, map, and table. The location of the study is determined using purposive sampling. The analysis model is stakeholder analysis of the management of the environment service of Lawu Vulcano. Based on the results of the analysis it is found that the potential of the environment services of the slope of Lawu Vulcano in Karanganyar district are forest resource of 8,008.02 ha, the tourism potential of Tawangmangu tourist complex, Grojogan Sewu waterfall, Parang Ijo and Jumog waterfalls, and Ngargoyoso Forest Park and the potetial of 33 springs. The forest resource is managed by Perum Perhutani and the people forest is managed by local people, the potential of the springs is managed by PDAM, PT. ULTRA, and by the local people on self-supporting basis, the tourist object of Grojogan Sewu waterfall is managed by PT. Duta Indonesia Jaya, and Parang Ijo and Jumog waterfalls are managed by the local people. The strategy in the management of the environment services is synthesized in the form of strategic intervention, consisting of capacity improvement, the development of environment service mechanism, and the supporting policy. The three primary factors necessary in the management of the environment services are the regulation of the environment service objects, the institutions, the distribution mechanism and the obligation of the users to contribute to the development of the environment service.

Kata Kunci : Jasa Lingkungan, Analisis Parapihak, dan Strategi Pengelolaan Lingkungan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.