Laporkan Masalah

PENILAIAN KERENTANAN DAN KAPASITAS MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI BAHAYA BANJIR LAHAR DI KECAMATAN SALAM KABUPATEN MAGELANG MENGGUNAKAN METODE SIG PARTISIPATIF

Haruman Hendarsah, S.ST, Dr. Djarot Sadharto W., M.Sc.

2012 | Tesis | S2 Geo-Informasi untuk Manajemen Bencana

Kecamatan Salam Kabupaten Magelang merupakan salah satu kecamatan yang rawan bahaya banjir lahar karena terletak di lereng barat daya yang dilalui oleh empat sungai yang berhulu di Gunungapi Merapi. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi karakteristik bahaya banjir lahar dan elemen-elemen berisiko terhadap bahaya banjir lahar; menilai tingkat kerentanan masyarakat terhadap bahaya banjir lahar; menilai kapasitas masyarakat melalui persepsi terhadap bahaya banjir lahar dan respon masyarakat dalam menghadapi bahaya banjir lahar dan mengetahui implikasi hasil penelitian terhadap kebijakan penanggulangan bencana banjir lahar dan peranan SIG Partisipatif dalam Manajemen Risiko Bencana. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian survei dan observasi di lokasi penelitian. Penelitian ini juga menggunakan Metode Sistem Informasi Geografis Partisipatif (P-GIS). Metode SIG Partisipatif dilakukan melalui kegiatan Focus Group Discussions (FGD) serta melibatkan partisipasi responden di lokasi penelitian. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan menggunakan metode quota sampling, jumlah sampel sebanyak 180 responden, sehingga kuota masing-masing desa adalah 15 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa wilayah dengan kategori kerawanan tinggi terhadap bahaya banjir lahar berada di dekat Kali Putih dan Kali Blongkeng yang meliputi Desa Jumoyo, Desa Gulon, Desa Seloboro dan Desa Sirahan. Tingkat kerentanan sosial rumah tangga terhadap bahaya banjir lahar, rata-rata memiliki kerentanan sedang (51,11%) dan tinggi (42,78%). Hasil observasi, validasi dan verifikasi tipe bangunan menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan, tingkat kerentanan bangunan berbanding lurus terhadap tingkat bahaya banjir lahar. Tingkat persepsi masyarakat pada lokasi penelitian rata-rata tinggi. Hal tersebut mengindikasikan bahwa pada lokasi penelitian, masyarakat memiliki pengetahuan dan pengalaman yang baik mengenai bahaya banjir lahar. Persepsi risiko yang tinggi meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana banjir lahar yang akan terjadi, hal ini terlihat dari respon masyarakat di lokasi penelitian dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan untuk menghadapi bahaya banjir lahar. Upaya pengurangan risiko bencana dengan melibatkan peran serta masyarakat melalui SIG Partisipatif dapat memberikan alternatif kontribusi pemecahan masalah dalam manajemen risiko bencana.

Located in southwestern slope of Merapi Volcano, Salam sub-district is categorized as lahars prone area, since there are four rivers in this area through which lahars flow. The study is aimed to identify the characteristic of lahars and its elements at risk in Salam sub-district. The vulnerability and coping capacity of the community were assessed by investigating their perception and their responds to the lahars. The participatory GIS has also been examined to design policy on disaster risk reduction by involving their aspiration. Survey and observation on site methods was used in this research. Hazard assessment was done using Participatory GIS methods. P-GIS methods activities conducted through Focus Group Discussions and involves the participation of respondent, while the community perception was investigated through intense interview. Quota sampling method was used to select 180 respondents on village based. The study found that Villages around Kali Putih and Kali Blongkeng i.e. Jumoyo, Gulon, Seloboro and Sirahan are recognized as more vulnerable area. Social vulnerability of respondents is mostly classified in to moderate (51.11 % of respondents) and high level (42.78 % of respondents). All buildings in any type are categorized as vulnerable elements at risk, depending upon their location. The experience of the community on coping with lahars event forms good understanding to the hazard as indicated by their perception and builds high capacity as shown by their responds to the last lahars event. As one of conclusion, participatory GIS is proven as effective tool to involve the community in study area on designing policy for disaster risk reduction.

Kata Kunci : kerawanan, SIG Partisipatif, kerentanan dan kapasitas


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.