Laporkan Masalah

WACANA DEBAT ARGUMENTASI DALAM JAVA OVERLAND VARSITIES ENGLISH DEBATE (JOVED) 2011 (Kajian Pragma-dialektika)

DUROTUN NASIHAH, Dr. F. X. Nadar, M.A,

2012 | Tesis | S2 Linguistik

Kajian ini menganalisis tentang wacana debat argumentasi dalam Java Overland Varsities English Debate (JOVED) 2011. Debat argumentasi digunakan untuk meraih keputusan sesuai dengan cara berpikir mereka sendiri. Secara alternatif, setiap orang atau grup menggunakan debat untuk membawa orang lain pada cara berpikir mereka melalui proses berargumentasi. Dalam mengungkapakan argumentasi, peserta debat sering menggunakan kata-kata atau ekspresi-ekspresi tertentu yang menandai sebuah argaumen. Kata-kata atau ekspresi-ekspresi tersebut disebut indikator argumentatif. Indikator argumentatif menjadi hal yang penting dalam berargumentasi, guna mengetahui poin yang dibicarakan oleh penutur atau hal apa yang menjadi fokus pembicaraan. Dalam penelitian ini, data yang digunakan adalah data tuturan debat, yaitu Java Overland Varsities English Debate (JOVED) 2011. JOVED adalah sejenis kompetisi debat tahunan yang diadakan di kampus yang berbeda- beda setiap tahunnya. Dalam kompetisi debat ini, ada dua jenis tuturan, yaitu tuturan positif yang diajukan oleh pihak positif, begitu juga sebaliknya. Karena penggunaan argumen yang berbeda ini berfungsi untuk berkomunikasi, maka penilitian ini menggunakan pendekatan pragma-dialektika, yaitu suatu kajian yang menggabungkan dua disiplin ilmu yaitu pragmatik dan dialektika. Pragmatik adalah kajian yang fokus pada penggunaan bahasa, sedangkan dialektika adalah kajian yang fokus pada pertukaran argumentasi yang digunakan untuk menyelesaikan perbedaan pendapat. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode simak atau penyimakan yang didukung teknik rekam dan catat. Dalam analisisnya, penelitian ini menggunakan metode padan yaitu metode yang dipakai untuk mengkaji atau menentukan identitas satuan lingual tertentu dengan memakai alat penentu yang berada di luar bahasa, terlepas dari bahasa, dan tidak menjadi bagian dari bahasa yang bersangkutan. Penyajian data dilakukan dengan menggunakan metode informal dan dilaporkan secara diskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, jenis indikator argumentatif yang digunakan oleh kedua belah pihak sangatlah beragam. Indikator argumentatif tersebut digunakan untuk menunjukkan tipe dan peran tindak tutur yang digunakan oleh peserta debat dan juga menunjukkan tahapan-tahapan berargumentasi yang dilalui oleh peserta debat. Ada tiga tipe tindak tutur yag terkandung dalam argumentasi mereka, yaitu tindak asertif, tindak komisif dan tindak direktif. Ketiga bentuk tindak tutur tersebut juga berperan dalam tahapantahapan berargumentasi, yaitu tahapan konfrontasi, pembukaan, argumentasi dan kesimpulan. Dari setiap tahapan tersebut, tentunya memiliki distribusi tindak tutur yang berbeda-beda.

This study analyzes on “Wacana Debat Argumentasi dalam Java Overland Varsities English Debate (JOVED) 2011”. Argumentation debate is a process of inquiry and advocacy, a way of arriving at a reasoned judgment on a proposition. Individuals may use debate to reach in their own minds, alternatively individual or groups may use it to bring others around to their way of thinking through argumentation process. In delivering their argumentation, people usually use words or expression which indicate of giving argumentation or moving argumentation. Those words and expressions are called as argumentative indicators. It becomes something important because it shows the point of argumentation and the focus of speech. Data of this research are debate utterances of Java Overland varsities English Debate (JOVED) 2011. JOVED is an annual competition which is held in the different universities each year. In this debate competition, there are two kinds of utterances, those are positive judgment delivered by the positive side and negative judgment from the opposition side. Due to argumentation is not just expression of individual assessment, but also a contribution to a communication process between persons or groups who exchange ideas with one another in order to solve the different opinion, so that this research uses pragma-dialectical approaches, which combine two kinds of disciplines, such as pragmatics and dialectics. Pragmatics is a study focuses on language usage whereas dialectics is a study focuses on argumentation exchange to resolve the different opinion. The method in data collection uses observing method followed by recording technique. The research analysis uses integrating method (metode padan), the methodology used to determine a certain language identity using an instrument out of language, apart from language and is not part of those languages. Furthermore, the analysis performance uses informal method and descriptively reported. The finding of this study shows that kinds of argumentative indicators used by both of the parties have more variations. Those argumentative indicators used to identify types and role of speech acts in the debater utterances and perform argumentation stages in delivering argumentation. There are three kinds of speech acts in their argumentation, such as assertives, commisives and directives. Those three speech acts have important role in argumentation stages, those are confrontation stages, opening, argumentation and conclusion which have different distribution in each.

Kata Kunci : debat argumentasi, indikator argumentatif dan pragma-dialektika


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.