Laporkan Masalah

PENGENDALIAN EMOSI MARAH GURU SEKOLAH DASAR NEGERI DALAM MENGHADAPI ANAK DIDIK DI KOTA MAGELANG

Moh.Ridwan, Dr. Dra. Sumarni DW, M.Kes.,

2012 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar belakang: Sehat adalah status kenyamanan menyeluruh dari jasmani, mental, emosional dan sosial, dan bukan hanya penyakit saja Tujuan UKS meningkatkan kesejahteraan sekolah, siswa, guru dan berusaha keras untuk menciptakan lingkungan sehat dan aman bebas dari segala macam bentuk kekerasan. Guru sekolah dasar mempunyai tugas yang sangat berat, bila tidak mampu memenuhi tuntutan tersebut bisa memunculkan perasaan stres. Hasil penelitian Sumarni 94% penyebab stres guru sekolah dasar negeri di Yogyakarta adalah lingkungan pekerjaan. Penulis melihat telah terjadi kekerasan verbal (membentak) di sekolah dasar negeri di Kabupaten Sleman. Tujuan penelitian: Mengetahui gambaran tentang pengendalian emosi marah guru sekolah dasar negeri di Kota Magelang. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan rancangan penelitian Rapid Assessment Procedures yang disajikan secara deskriptif. Lokasi penelitian di Kota Magelang. Subjek penelitian guru sekolah dasar negeri yang di pilih secara purposive. Instrument penelitian peneliti sendiri dengan alat bantu panduan wawancara mendalam dan FGD, perekam, alat tulis. Hasil penelitian: Tugas dan tanggung jawab guru mentransfer ilmu, kreatif, memotivasi belajar siswa, menjalin hubungan dengan orang tua siswa, memahami sifat siswa dan menanamkan jiwa bersih dan rapi pada siswa. Pengendalian emosi marah guru dengan menegur, menyindir, menasehati, Istighfar dan menatap secara tajam (memelototi) ke arah siswa. Namun begitu masih ada guru yang melakukan pelampiasan marah terhadap anak didik seperti menjewer, melempar kapur, membentak dan memukul meja atau papan tulis. Hal yang mempengaruhi emosi marah guru adalah pengalaman guru, lingkungan kerja guru, ketidakdisiplinan siswa. Kesimpulan: Guru sekolah dasar negeri Kota Magelang sudah mampu mengendalikan emosi marahnya, tetapi masih ada pelampiasan marah yang dilakukan oleh guru terhadap anak didiknya. Pada umumnya pelampiasan marah yang dilakukan dengan membentak.

Background: Health is a state of complete physical, mental, and social well-being and not merely the absence of disease or infirmity. The purpose of UKS (School Health promotion) is to improve the welfare of the school, students, and teachers and to strive to create healthy and safe environment, free from all forms of violence. Elementary school teachers have a very heavy task; if they are not able to meet the demand, they could feel stressed. The result of a study (Sumarni, 2003) showed that 94% of the stresor amay public primary school teachers in Yogyakarta was related to work environment. The researcher himself observed are verbal abuse (yelling) at a state primary schools in Sleman. Objective: To again information about anger control (management) of the public primary school teachers in Magelang. Methods: This study used qualitative methods Rapid Assessment Procedures desain. The research was conduktetd in Magelang. The research subjects were a state ele teachers selected purposively. Results: Duties and responsibilities of teachers are to transfer knowledge, to be creative, to motivate students to learn, to establish relationships with parents, to understand the students’ nature and to instill in students a clean and tidy spirit. The teachers’ control of emotions is by reprimanding, quipping, advising, saying Istighfar and glaring at students. Yet, there are still teachers who commit violence against students like tweaking, chalk throwing, yelling and hitting the table or board. Things that affect anger emotion are the past experience of teachers, teachers' work environment, behavior, and student indiscipline. Conclusion: Some of in Magelang Municipality have been able to control their emotions, however there is still violence committed by teachers against students. In general, the violence committed is verbal forms (scolding).

Kata Kunci : guru sekolah dasar, emosi, marah.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.