PERBANDINGAN KADAR INTERLEUKIN-10 (IL-10) SERUM PADA WANITA PREEKLAMSIA BERAT DIBANDINGKAN KEHAMILAN NORMOTENSI
STANLEY JONES SITORUS, Prof. dr. H. M.Sulchan S, PhD, SpOG(K)
2012 | Tesis | S2 Ilmu Kebidanan dan Penyakit KandunganLatar belakang: Penyebab preeklamsia sampai saat ini masih belum diketahui. Gangguan keseimbangan sitokin pro dan antiinflamasi diduga berperan sebagai salah satu penyebab terjadinya preeklamsia. Telah terjadi perbedaan pendapat tentang kadar IL-10 pada preeklamsia dimana ada yang menyatakan kadarnya naik, turun, atau tidak berubah. Penelitian ini ingin membuktikan kadar serum IL-10 pada wanita hamil dengan preeklamsia dibandingkan wanita hamil normotensi. Tujuan: mengetahui kadar IL-10 pada pasien preeklamsia berat dibandingkan dengan kehamilan normotensi. Metoda: Cross sectional Bahan dan cara: Populasi penelitian adalah wanita hamil trimester ketiga dengan preeklamsia berat dan kehamilan normotensi di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta selama bulan Januari 2008 hingga Maret 2008. Kadar IL-10 diukur dengan pengambilan darah tepi sebanyak 5 ml dan dimasukkan kedalam tabung yang telah berisi EDTA, darah kemudian dimasukkan kedalam serum separator tube (SST) dan dibiarkan selama 30 menit hingga mengendap dilanjutkan dengan centrifuge selama 15 menit (1000x) dan disimpan dalam pendingin dengan suhu -80ºC dilanjutkan dengan pemeriksaan secara ELISA. Analisis statistik yang digunakan adalah independent sample T Test. Hasil: Kadar IL-10 pada pasien dengan preeklamsia berat tidak berbeda secara bermakna dibandingkan dengan kehamilan normotensi (33,47±8,53 pg/mL berbanding 35,64±12,73 pg/mL, p=0,48). Kesimpulan: Pada penelitian ini didapatkan kadar IL-10 pada wanita hamil dengan preeklamsia berat dibandingkan hamil normotensi tidak berbeda secara bermakna.
Background: The major cause of preeclampsia is still unkwown. Imbalance of pro and antiinflammatory cytokines may partly involve in disease causation. Previous study has shown conflicting levels of IL-10. IL-10 levels have been shown to increase, decrease or unchange in women with preeclampsia. This study examines the IL-10 difference in serum with preeclampsia pregnant women compared to normotensive pregnant women. Objectives: To find out the IL-10 titer within severe preeclampsia compared to normotensive pregnancy. Design: Cross Sectional. Methods: Study population were third trimester pregnant women with severe preeclampsia and normotensive pregnant women in Sardjito Hospital from January to March 2008. IL-10 titer was measured from 5 ml aspirated peripheral blood which then placed into EDTA cylinder tube. The bloods pour in to serum separator tube (SST) and leaved for 30 minutes and then centrifuged for 15 minutes (1000x) and dispensed in -80ºC refrigerator. ELISA examination was performed as the last step. Independent sample T test was used for statistical analysis. Results: IL-10 in severe preeclamptic women was not significantly different compared to normotensive pregnancy (33.47±8.53 pg/mL compared to 35.64±12.73 pg/mL, p=0.48). Conclusion: This study found out the IL-10 titer within severe preeclampsia was not significantly different compared to normotensive pregnancy.
Kata Kunci : Preeklamsia berat, IL-10, kehamilan normotensi