Laporkan Masalah

PENGARUH PENGKOMPOSAN LIMBAH ORGANIK SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN PUPUK TERHADAP KANDUNGAN C, N, P DAN K DALAM PUPUK CAIR YANG TERBENTUK

HANANTO, S.Pd, Prof. Dr. Endang Tri Wahyuni, M.S.

2012 | Tesis | S2 Ilmu Kimia

Pada penelitian ini telah dilakukan kajian pengkomposan limbah organik yang terdiri dari limbah cair industri tahu, kulit pisang dan rumen kambing untuk membuat pupuk organik cair. Kajian terdiri dari pengkomposan limbah organik tunggal dan limbah organik campuran dengan atau tanpa penambahan molases. Dalam penelitian ini juga dipelajari pengaruh penambahan molases dan waktu pengkomposan terhadap kandungan C, N, P dan K serta rasio C/N dalam pupuk cair yang dihasilkan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa limbah cair industri tahu, kulit pisang dan rumen kambing sebelum pengkomposan sebagai cairan tunggal maupun campuran, mempunyai kandungan C, N, P, K dan senyawa C/N lebih rendah dari standar persyaratan pupuk organik, sehingga belum dapat digunakan langsung sebagai pupuk, namun berpotensi sebagai bahan pembuatan pupuk cair. Pengkomposan terhadap limbah cair industri tahu, kulit pisang dan rumen kambing secara terpisah dapat menurunkan kandungan C dan N, dan menghasilkan cairan yang mempunyai kandungan P dan K relatif tetap dengan rasio C/N = 1-5, sehingga cairan hasil pengkomposan belum memenuhi syarat sebagai pupuk. Pengkomposan terhadap campuran limbah cair industri tahu, kulit pisang dan rumen kambing menghasilkan cairan dengan rasio C/N = 12,6 yang sudah memenuhi syarat sebagai pupuk organik. Namun cairan ini memiliki kandungan K yang lebih tinggi dan kandungan C, N, P yang lebih rendah dari persyaratan, sehingga cairan hasil pengkomposan ini belum memenuhi syarat sebagai pupuk. Penambahan molases terhadap limbah organik baik tunggal maupun campuran dapat meningkatkan efektifitas pengkomposan yang ditandai dengan rasio C/N berkisar antara 10-25 dan kandungan C, N, P, K dalam cairan yang meningkat, sehingga memenuhi syarat sebagai pupuk. Waktu pengkomposan yang lebih lama dari 21 hari menghasilkan pengkomposan yang efektif yaitu memberikan cairan dengan rasio C/N = 10-20, sehingga memenuhi syarat sebagai pupuk.

Composting of organic waste including tofu wastewater, banana skins and goat rumen as raw materials for production liquid organic fertilizer has been carried out. The research consists of composting a single organic waste and as a mixture with or without of molasses addition. In this study the effect of adding molasses and composting time on the content of C, N, P and K in the liquid fertilizer produced were also studied. The results of this study indicate that the industrial tofu wastewater, banana skins and goat rumen contain C, N, P, K and ratio C/N that are lower than the standard requirements of organic fertilizer, so it can not be used directly as fertilizer, but has potential as materials for liquid fertilizer. Composting tofu wastewater, banana skins and goat rumen separately can reduce the content of C and N, but gives same P and K content, and results in C / N = 1-5, so the mixture has not been qualified as a fertilizer. Composting the mixture of tofu wasterwater, banana skins and goat rumen gives a product with C / N = 12.6, which qualifies as organic fertilizer. However, K content in the product is higher while the content of C, N, and P are lower than required, so that the liquid composting results are not qualified as a fertilizer. The addition of molasses on organic waste wether single and mixture can increase the effectiveness of composting which is marked with a C/N ratio of 10-25 and the increase of C, N, P and K content, so it qualifies as a fertilizer. The composting time longer than 21 days shows efective process that results in liquid which has ratio C / N = 10-20 that qualifies as a fertilizer.

Kata Kunci : limbah cair industri tahu, kulit pisang, rumen kambing, pengkomposan, pupuk organik.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.