TINGKAT PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG KANTOR DI PROVINSI KEPULAUAN RIAU (Studi Kasus: Bangunan Kantor Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Bangunan Kantor Walikota Tanjungpinang, Dan Bangunan Kantor Bupati Kabupaten Lingga)
Irsal Malik Saputera, S.T., Dr.-Ing. Ir. Andreas Triwiyono
2012 | Tesis | S2 Mag.Pengl.Sarana PrasarnKantor Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Kantor Walikota Tanjungpinang dan Kantor Bupati Kabupaten Lingga merupakan tempat untuk melayani masyarakat sehingga untuk menghasilkan layanan yang prima, diperlukan tampilan bangunan arsitektur yang tetap baik dan segala fasilitas yang tersedia dapat memberikan pelayanan baik bagi para pengguna bangunan tersebut. Tujuan penelitian adalah untuk mengukur tingkat kepuasan oleh pengguna bangunan kantor terhadap hasil pemeliharaan yang telah dilakukan oleh pihak pengelola. Penelitian dilakukan dengan menyebarkan kuesioner yang menggunakan metode Uji Fihak Kanan dan metode Skala Likert. Metode Uji Fihak Kanan digunakan untuk mendapatkan hasil perhitungan kuesioner dari responden pengelola masing-masing bangunan, dimana pertanyaan kuesioner mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No :24/PRT/M/2008 dan Pd-T-09-2004-C Tentang Pedoman Pemeliharaan dan Perawatan Bangunan Gedung. Metode pada pengujian Skala Likert digunakan untuk mendapatkan tingkat kepuasan oleh responden pengguna terhadap kondisi bangunan yang ada. Penerapan metode pemeliharaan bangunan kantor berdasarkan standar peraturan didapat pada pengelola bangunan Kantor Gubernur dengan perhitungan persentase sebesar 92,86% diikuti dengan pengelola bangunan Kantor Walikota 78,57% dan kemudian pengelola bangunan Kantor Bupati 57,14%, sedangkan kendala terbesar yang dihadapi oleh ketiga pengelola bangunan kantor didalam melakukan pemeliharaan yaitu kurangnya peralatan. Untuk penilaian terhadap kondisi oleh responden pengguna bangunan Kantor Bupati menjawab baik, sedangkan penilaian terhadap kondisi bangunan oleh responden pengguna Kantor Gubernur dan Kantor Walikota menjawab cukup baik. Dari penilaian berdasarkan status kepegawaian terhadap kondisi bangunan didapatkan hasil bahwa responden pengguna yang berstatus Kontrak memberikan penilaian lebih tinggi dibandingkan dengan responden pengguna yang berstatuskan PNS.
Governor The buildings of the Kepulauan Riau Province, the Mayor of Tanjungpinang and the Regency Head of Lingga are places for delivering services to the people dominated in the relatd places. In order to provide excellent service, it is required to have optimum architectural performance with good facilities. The objective of this research is to measure the satisfactory level of the users upon the maintenance results carried out by the management. Questionnaires were distributed by using two methods: the Right-Party Method and Likert Scale Method. The first method was used to obtain the questioners calculation results of the management respondents of each building. The questions referred to the Regulations of the Public Work Minister No: 24/PRT/M/2008 and Pd-T-09-2004-C on the Guidance of Caring and Maintenance of Building Structures. The second method was used to obtain the satisfactory level by the user respondents upon the current condition of the buildings. The application of maintenance method of the office building based on the regulation standards showed that the percentage calculation on the management respondents was resulted in 92.86 %, 78.57% and 57.14% for the office buildings of the Governor, the Mayor and the Regency Head, respectively. The largest constraint faced by the managements of the three buildings was the inadequate instruments. Based on the user respondents upon the building conditions, user respondents answered “good†for the Regency Head office building and “quite good†for the Governor and Mayor office buildings. Based on the employment status of the respondent, the answers showed that contracted employees gave higher values than those with public servant employment status.
Kata Kunci : Pemeliharaan, bangunan kantor, kuesioner, responden.