Laporkan Masalah

Upacara Songkran dalam Perspektif Etika, Kajian Terhadap Masyarakat Siam di Provensi Yala, Thailand Selatan.

Saudi Tayeh, Dr. Ali Mudhofir

2012 | Tesis | S2 Ilmu Filsafat

Penelitian ini berjudul Upacara Songkran dalam Perspektif Etika, Kajian Terhadap Masyarakat Siam di Provensi Yala, Thailand Selatan. Penelitian ini berangkat dari kegelisahan Masyarakat menghadapi perubahan sikap yang terjadi di masyarakat Siam, pengaruh globalisasi dan dekadensi moral pada Pra’ secara jelas mempengaruhi perilaku pada umumnya. tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan makna etis yang terkandung dalam upacara Songkran pada masyarakat Siam di Yala, Thailand Selatan, dan relevansi ajaran etika dalam upacara Songkran bagi perkembangan perilaku masyarakat Siam di Yala, Thailand selatan. Penelitian ini merupakan studi kepustakaan (library Research) yang didukung oleh data-data lapangan. Objek formal penelitian ini adalah etika. Objek materialnya adalah Upacara Songkran di Masyarakat Siam di Provinsi Yala, Thailand Selatan. Metode yang digunakan adalah kesinambungan historis, hermeneutika dan heuristika. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini adalah (1) mengungkapkan nilai etis dan etika kewajiban yang terkandung dalam upacara Songkran; (2) kontribusi upacara Songkran bagi masyarakat Siam di Yala, Thailand Selatan; (3) relevansi upacara Songkran bagi masyarakat Siam di Yala, Thailand Selatan, menunjukkan bahwa upacara Songkran yang dilakukan oleh masyarakat Buddha Siam merupakan peringatan tahun baru Buddha. Bentuk ritual yaitu pertama, dilakukan dengan membersihkan lingkungan sekitar. Kedua memberi makan kepada Pra’ . Ketiga mencucurkan air kepada patung Buddha, Pra’ dan Orang tua. Keempat, membuat miniatur candi. Kelima, membebaskan burung dan ikan. Keenam, yang merupakan ritual yang terakhir adalah mencucurkan air kepada sesama. Semua tahapan dari ritual itu sebagai kewajiban etik berupa kasih sayang dan tanggung jawab dan mengandung nilai-nilai etik berupa nilai keutamaan yaitu: Derma, jujur, hormat, menghargai kehidupan dan melestarikan alam dan ikhlas. Dinama semuanya itu mempunyai nilai teleologi berupa pecucian diri dari dosa. Nilai yang terkandung dalam upacara Songkran relevansinya dengan persoalan krisis moral di masyarakat Siam, menganjurkan untuk selalu membersihkan diri dari dosa, berlaku jujur, sabar, dan bersikap rendah hati, sehingga persoalan-persoalan krisis moral dapat diselesaikan dengan selalu memegang teguh nilai-nilai luhur dari upacara Songkran.

This study entitled Songkran Ceremony in Ethical Perspective, a Study AboutSiam Community, inthe Province of Yala, South Thailand. This research based on the community concern facing changing attitudes in Siam society, which are the influence of globalization and the moral decadence in the Pra’ that clearly affect the general behavior. The aim of this study is to find both of an ethical meaning contained in Songkran ceremonies at Siam society in Yala, South Thailand, and the relevance of the ethics of Songkran ceremonies for the development of the Siamese people's behavior in Yala, South Thailand. This study is a library research which is supported by data taken from the field. Formal object of this research is ethics.Material object is the Songkran ceremony at Siam Society in the Province of Yala, South Thailand. The methods used is the historical continuity, hermeneutics, and heuristics. The results of this study are (1) revealing the ethical values and ethical obligation contained in Songkran ceremonies; (2) the contribution of Songkran ceremony for the Siam society in Yala, South Thailand; (3) the relevance of Songkran ceremonyto the Siam society in Yala, South Thailand, shows that the Songkran ceremony conducted by Buddhist community at Siam is a celebration of Buddha’s new year. The form of the ritual are, firstcleaning the environment. Second, feeding the Pra '. Third tearing down the water to the statue of Buddha, Pra 'and Parents. Fourth, throwing away a miniature of temple. Fifth, freeing birds and fish. Sixth, which is the last ritual, is shedding water to others. All stages of the ritual is the ethical obligations formlyas love and responsibility and also containing ethical values in the form of virtues which are: charity, honest, respectful, appreciating life, preserving the nature, and sincerity. All of these things have a teleological value in the form of selfpurifying from sin. The value contained in Songkran ceremonies and its relevance to the issues of moral crisis in Siam society, recommends to always doing a self purifying from sin, to be honest, patient, and to be humble, so that problems can be solved by holding up tight the values contained in Songkran ceremony.

Kata Kunci : Upacara Songkran, Masyarakat Siam, Etika


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.