Laporkan Masalah

PERKEMBANGAN DAN SEBARAN SPASIAL RUMAH TOKO SERTA MEKANISME PENGENDALIAN PERKEMBANGAN KOTA PALU

Zulkifli, Prof. Ir. Bambang Hari Wibisono, MUP.,M.Sc.,Ph.D.,

2012 | Tesis | S2 Magist.Prnc.Kota & Daerah

Pembangunan ruko berkembang pesat hampir disemua Kota di Indonesia. Phenomena perkembangan ini, juga terjadi di Kota Palu, Ibukota Provinsi Sulawesi Tengah. Perkembangan ruko yang terjadi di Kota Palu menunjukkan pertumbuhan yang cukup signifikan. Pola sebaran spasial ruko di Kota Palu, cenderung tumbuh mengelompok. Kecenderungan tumbuh mengelompok itu tampak pada empat kecamatan yang terdapat di Kota Palu. Atas dasar kecenderungan tersebut penulis ingin mengetahui bagaimana perkembangan dan sebaran kawasan perdagangan yang terjadi di Kota Palu ? Juga faktor-faktor apakah yang mempengaruhi perkembangan tersebut ? Implementasi pengendalian perkembangan keruangan Kota Palu bagaimana ? Untuk dapat mengetahui hal tersebut dilakukan penelitian dan analisis data sekunder dan data primer. Dalam menganalisis perkembangan dan sebaran kawasan perdagangan dengan melihat data sekunder perkembangan sebaran kawasan perdagangan. Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan dianalisis berdasarkan jawaban responden (kuesioner) yang dibagikan kemudian dilakukan crosstabulation. Penelitian dilakukan dengan menggambarkan serta menjelaskan berbagai keadaan/phenomena yang terjadi di lapangan, kemudian dikaitkan dengan teori atau peraturan/persyaratan yang ada dan berlaku. Dari penelitian ini, dikemukakan bahwa perkembangan dan sebaran ruko yang terjadi di Kota Palu, sesuai urutan tingkatannya dipengaruhi oleh faktor ketersediaan sarana prasarana, kondisi soail ekonomi, aksesibilitas, kondisi lingkungan, , kelengkapan sarana perdagangan, keterkaitan spasial kondisi fisik wilayah, serta jumlah dan kepadatan penduduk. Sedangkan sebaran spasialnya membentuk pola linier mengikuti pola jalan utama yang ada (pola ribbon/pita). Pusat-pusat pertumbuhan kegiatan baru yang berkembang cukup pesat adalah kawasan Pasar Manonda di bagian barat dan Pasar Masomba di bagian selatan. Sedangkan dalam pengendalian perkembangannya melalui ijin mendirikan bangannan (IMB) masih belum cukup berjalan sebagai alat dalam pengendalian pemanfaatan ruang.

Shop-house development increases speedily in all cities in Indonesia. This phenomena is also took place in Palu City, the Capital of Central Sulawesi Province. in significant growth. The Spatial pattern of shop-house in Palu City tends to grow in groups, particularly in four sub-districts in Palu City. The research aims to document the development and distribution of shop- house in Palu City ?,what are factors affecting the development? How is the role of development control mechanism ? To answer to the questions, the research used and primary and secondary data. This research, found that the development and distribution of shop-house in Palu City are affected by factors of availability to instruments and infrastructures, social-economic condition, accessibility, environmental condition. Completeness of trade instruments, spatial correlation of area physical condition, and total and density of population. While the spatial distribution of the shop- house forms linear patterns following existing main way pattern (ribbon pattern). The development control using Building Permits (IMB) has not worked well the house.

Kata Kunci : Pembangunan ruko, kota Palu


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.