FAKTOR RISIKO OBESITAS ANTENATAL DAN POSTNATAL PADA ANAK 2 - 5 TAHUN DI KODYA YOGYAKARTA
dr. I Ketut Rutin Pastadita, Prof. dr. Sunartini, Ph.D, SpAK
2012 | Tesis | S2 Ked.Klinik/MS-PPDSObesitas dan overweight saat ini merupakan masalah kesehatan hampir seluruh dunia, prevalensinya setiap tahun meningkat secara dramatik . Anak obesitas sering dianggap lucu dan menggemaskan tetapi orang tua tidak sadar akan risiko yang terjadi jika keadaan tersebut dipertahankan. Tindakan pencegahan untuk terjadinya obesitas lebih efektif dilakukan dibandingkan pengobatan dengan mengurangi kejadian faktor risiko terjadinya obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan faktor risiko obesitas antenatal dan postnatal pada anak umur 2-5 tahun di kodya Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan penelitian case control. Sampel penelitian adalah anak umur 2-5 tahun pada kelompok bermain (playgroup) yang berada di wilayah kodya Yogyakarta dengan kriteria obesitas dengan hasil pengukuran WHO 2006. Besar sampelnya adalah 41. Anak yang masuk kriteria inklusi dan kriteria eksklusi diambil datanya dengan memberikan kuesioner kepada orang tua. Hasil pengumpulan data dianalisis dengan analisis bivariat dan regresi logistik multivariat. Sebanyak 32 anak yang memenuhi kriteria obesitas ditelusuri secara retrospektif dengan memberikan kuesioner penelitian yang diisi oleh orang tuanya dan 34 kontrol non obesitas dilakukan juga hal serupa. Pada analisis bivariat, prematuritas/umur kehamilan (OR=16,00; IK 95%;3,27-78,28, p<0,001), perokok pasif (OR=5,50; IK 95%;1,90-15,96,p 0,001), berat badan lahir rendah (OR=7,27; IK 95%; 1,45-36,47,p 0,008), intensitas makan lebih dari 3 kali (OR=2,19; IK 95%; 1,66-2,89; p 0,007), makanan berlemak (OR=4,18; IK 95%; 1,45-12,02; p 0,007) terbukti sebagai faktor risiko obesitas pada anak 2-5 tahun dan empat lainnya sebagai faktor protektif obesitas pada anak 2-5 tahun yang meliputi anak yang tidak memilih-milih makanan/picky eater (OR=0,16; IK 95%; 1,45-12,02; p 0,002), pengenalan makanan padat (OR=0,29; IK 95%; 0,10-0,79; p 0,01), olahraga (OR=0,25;IK 95%; 0,06-0,32; p 0,04) dan menonton tv/game kurang dari 2 jam (OR=0,30; IK 95%; 0,09-0,95; p 0,04). Namun pada analisis multivariat hanya dua faktor risiko yaitu intensitas makan lebih dari 3 kali dan umur kehamilan/prematuritas serta dua faktor protektif yaitu olahraga dan pengenalan makanan padat/solidfood yang terbukti sebagai faktor risiko independen obesitas pada anak 2-5 tahun. Faktor antenatal umur kehamilan/prematuritas dan faktor postnatal meliputi intensitas makan lebih dari 3 kali, olahraga dan pengenalan makanan padat terbukti sebagai faktor risiko independen obesitas pada anak umur 2-5 tahun di wilayah kodya Yogyakarta.
Obesity and overweight has become a health issue throughout the world, with a dramatic increase in prevalence each year. An obese child is thought to be adorable, but parents aren't aware of the health risk it holds. Preventive measures by decreasing the risk factors for obesity are more effective than treating the problem. To identify the relationship of risk factors of obesity in antenatal and postnatal period in children age 2 to 5 years old in District of Yogyakarta. This is an observational study with a case control design using WHO 2006 growth chart for the criteria of obesity. Subjects are children age 2 to 5 years old that are enrolled in playgroups in the District of Yogyakarta with a sample size of 41 children. Parents of children that met the inclusion and exclusion criteria were given questionnaires to fill out. The results were analyzed using bivariate analysis and multivariate logistic regression. Thirty two obese children and 34 non obese children (as control) were explored for the obesity risk factors. Prematurity/gestational age (OR=16, CI 95%;3,27-78,28, p<0,001), passive smoking (OR=5,50; CI 95%;1,90-15,96,p 0,001), low birth weight (OR=7,27; CI 95%; 1,45-36,47,p 0,008), eating more than 3 times daily (OR=2,19; CI 95%; 1,66-2,89; p 0,007), meals that are high in lipid (OR=4,18; CI 95%; 1,45-12,02; p 0,007) are shown to be a risk factor for obesity in children 2 to 5 years old. Factors such as picky eaters (OR=0,16; KI 95%; 1,45-12,02; p 0,002), early introduction to solid food (OR=0,29; KI 95%; 0,10-0,79; p 0,01), exercise (OR=0,25; KI 95%; 0,06-0,32; p 0,04), and watching TV or playing video game under 2 hours daily (OR=0,30; KI 95%; 0,09-0,95; p 0,04) were identified as protective factors against obesity. By using the multivariate analysis, only 2 risk factors for obesity(eating more than 3x daily and prematurity/gestational age) and only 2 protective factor (exercise and introduction to solid food) remained statistically significant as independent factors influencing obesity in children 2 to 5 years old. Antenatal risk factor (e.g. gestational age/prematurity) and postnatal risk factor (e.g. eating more than 3 times daily, exercise, and introduction of solid food) are proven to be an independent risk factors for obesity in children 2 to 5 years old in the District of Yogyakarta.
Kata Kunci : obesitas, anak 2-5 tahun, faktor risiko.